Saturday, 10 March 2018

Masih Dengan Kata

Kau tak akan mengerti
Bahasa dari hati
Yang lama tak berpenghuni
Ia seperti kolam dengan ikan ikan yang mati

Masih dengan kata
Berteman bercerita
Berbagi tawa juga derita
Mengenang masa yang tak pernah berdua

Kau bertanya
Bolehkah kupinjam katamu
Aku ingin bibir ini berani punya
Sesuatu tuk bilang cinta padamu

Aku menjawab dengan ragu
Jangan pinjam kataku
Mereka sudah tertawan cinta lalu
Dicambuk dirajam dan dibunuh

Masih dengan kata
Ini hanya tentang cerita
Upaya bangkit dari jiwa yang didusta
Semoga tiba pada senyum sang semesta

Makassar,10 Maret 2018

Abdurrahman Hasan

Duhai Pemilik Puisi

Kata katamu empu pengisi
Kekosongan hati nan pucat pasi
Tak bisa ku imbangi
Lantunan anggun jarimu pelangi

Oh ...
Pemilik puisi
Gambaran hatimu
Adalah embun peramu rindu
berselimut halimun pembalut pilu

Malam ini...
Aku rindu pelangimu
Aku rindu gambaran hatimu
Aku rindu yg ada padamu
Aku rindu semua tentangmu

Untukmu pemilik puisi
Yang kumiliki
Yang tak sempat kutemui

Makassar, 10 Maret 2018

Abdurrahman Hasan

Thursday, 8 March 2018

Pena Pengutuk

Ujung meruncing
Penggiat pengkritik
Bertinta hitam
Tanda dewa petaka

Penaku pengutuk
Coretan demi coretan berjiwa
Tajam menyayat kuping si tuli yang tak tuli
Menembus hati membatu

Menghujat hingga mengutuk
Pada wajah-wajah bertopeng
Para pencuri ulung
Para penguasa tak tahu malu

Suaranya keadilan
Penyambung tangisan minoritas yang dihilangkan
Perwakilan suara si miskin
Ratapan anak negeri di pelosok bumi pertiwi

Hai...
Kau para pecundang!
Yang katanya...
"Wakil Rakyat"
Yang katanya..
"Kau Tahu Apa Yang Kami Mau"

Inginku kutuk hatimu yang busuk
Hatimu yang gelap
Segelap hitamnya tintaku

Dengarlah seruanku!
Apabila penaku tak lagi bertinta
Siap kugadai darah sebagai gantinya
Agar kau dia dan pecundang lain tahu

Pena pengutukku akan tetap hidup
Sebab perjuanganku tidak hanya sejengkal
Perjuanganku hingga titik darah penghabisan

IF

Bau-bau, 5 Maret 2018

'IF' adalah nama pena Iin Faradilla, Penulis muda asal Lembata-NTT. Karyanya sudah sering dimuat di media cetak dan online.

Monday, 5 March 2018

Pilihan Hidup

Kamu tentu sudah tau bukan?
Bahkan tiap saat kau gadang gadang
"HIDUP ITU PILIHAN"

Memang..
Hidup itu pilihan
Mati yang suatu kemestian

Jadi kalau hidup itu pilihan
Maka kamu harus memilih antara satu
Ahli ibadah atau ahli maksiat

Kamu tdk bisa milih keduanya
Sambil ibdah sambil maksiat
Gimana caranya?
Menjadi setan sekaligus malaikat dalam waktu bersamaan
It's impossible kata orang aring

Jadi kalo memilih berhijrah
Ya sudah
Nikmati hijrahmu rasakan kenikmatan dalam ibadahmu

Sudah berhijrah tpi masih maksiat?
Yakin deh Ibadahmu gak akan nikmat
Yang ada malah kamu ibadah
Tapi khusu'nya ke maksiat

Abdurrahman Hasan

Kutagih Janji Itu

Katamu dulu
Kita sama-sama berterus terang
Agar terang terus sesuatu yg gelap

Katamu dulu
Kita sama-sama melihat
Agar yang dilihat tidak berubah bentuk atau warna

Katamu dulu
Menjamin aku
Agar kujamin dirimu

Tapi kini
Kau tak pernah beri terang aku
Kau tak pernah beri lihat aku
Dan kau jarang menjaminku

Lalu kini
Kau mintaku tuk melihat dalam gelap
Bagaimana aku dapat melihatmu?
Aku tak tahu kemana arah tanganmu bergerak
Kau minta aku tuk menjamin dirimu. Bagaimana aku dapaƄ menjaminmu
Smentara jaminanku engkau pegang?

Ah...
Engkau ada-ada saja
Menipuku dalam gulita

Abdurrahman Hasan