Showing posts with label Wisata & Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Wisata & Kuliner. Show all posts

Sunday, 21 January 2018

Mengenal Surabi Khas Kedang Lembata

Serabi, di Jawa Barat ada yang menyebutnya sorabi atau surabi sedangkan di Jawa bagian tengah dan timur orang biasanya menyebutnya Srabi.Merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia.Menurut wikipedia, ada dua jenis serabi, yaitu serabi manis yang menggunakan kinca (gula merah cair) dan serabi asin dengan atau tanpa taburan oncom yang telah dibumbui di atasnya. Di Bandung, serabi biasa dijajakan di pagi hari dan dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas.

Ini adalah Serabi khas Kedang yang gurih dan manis (koleksi pribadi)

Kadangkala telur ayam yang telah dikocok ditambahkan ke atas adonan serabi yang sedang dimasak.Seiring dengan perkembangan zaman, banyak yang terus berinovasi dengan menambahkan berbagai topping seperti sosis, keju, maupun mayones yang tujuannya untuk mematahkan asumsi bahwa serabi adalah makanan yang terkesan rendahan.




Serabi siap saji , pict by koleksi pribadi
Sedangkan di Jawa Tengah terutama Solo. Serabi atau makanan ringan yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan digoreng di atas arang.Serabi merupakan jajanan khas yang terbuat dari santan kelapa dicampur dengan sedikit tepung, yang menjadikannya bercitarasa gurih. Biasa juga diberi taburan berupa potongan pisang, nangka atau bahkan meses dan keju bila suka. Srabi yang terkenal berasal dari daerah Notokusuman, yang sering disingkat menjadi Notosuman (Srabi Notosuman).

Selain di pulau Jawa, ternyata serabi juga ditemui di beberapa daerah di Indonesia, yang tentu saja dengan ciri khas dan citarasa masing-masing.

Salah satunya adalah Serabi khas daerah di Lembata-Nusa Tenggara Timur, terutama di bagian Timur Lembata yakni Kedang. Dengan bahan dasar yang hampir sama yakni tepung beras yang kadang dicampur dengan sedikit tepung terigu,ditambah santan kelapa murni dan gula serta sedikit garam, serabi atau dalam bahasa Kedang disebut "Sarabe" itu menjadi salah satu jajanan favorit di pagi hari. Jajanan ini juga sering menjadi makanan pendamping dalam acara adat dan pesta perkawinan, hajatan politik hingga hari raya. Kue ini biasanya lebih sering disajikan bersama kopi dan teh.

Salah satu ciri khas yang menarik dari serabi asal Kedang ini adalah, Karena dari dulu sampai saat ini masih tetap terjaga keasliannya. Jika di daerah lain makanan ini mengalami perubahan dengan varian rasa Yang berbeda, serabi Kedang ini masih tetap terjaga kelestarian cita rasanya.


Proses Pembuatan serabi yang masih tradisional, pict by, koleksi pribadi
Selain tidak mengalami perubahan dalam varian dan rasa, proses pembuatan panganan ini juga masih dipertahankan, jika Surabi Bandung dan Srabi Solo dibuat dengan cara digoreng dengan agak modern.Sarabe Kedang masih tetap menggunakan tungku berbahan bakar kayu, dan digoreng menggunakan wajan tembikar yang terbuat dari tanah liat Yang dalam bahasa setempat disebut "pa-rou".

Dengan mempertahankan proses pembuatan secara tradsional tidal heran jika kue ini masih tetap terjaga keaslian cita rasanya. Jika ingin mencicipi Sarabe Kedang ini, bolehlah bertandang ke sana. Yah di Kedang Lembata.














Nur Muhammad Al Amin


Saturday, 20 January 2018

Pesona Puncak Ile Lewotolok

Gunung Lewotolo atau Gunung Ili Lewotolok atau Ile Ape menurut warga setempat,adalah gunung berapi stratovolcano yang terletak di bagian utara Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Di puncak gunung ini memiliki kawah besar menyerupai kaldera berbentuk bulan sabit yang disebut warga dengan nama "Metong Lamataro". Ini adalah bagian dari kawah lama Gunung Ile Lewotolo. Sebuah kerucut terbentuk dibagian tenggara Metong Lamataro sebagai puncak tertinggi Gunung Lewotolo saat ini.



Puncak Ile Lewotolo (Abdurrahman Hasan)


Kerucut tersebut memiliki lubang kawah aktif dipuncaknya dengan hembusan asap solfatara di hampir semua bagian kerucut. Solfatara berwarna kuning membara, hablur belerang hasil sublimasi banyak ditemukan di lerang timur, utara, dan selatan dari kerucut baru ini.Titik tertinggi dari gunung ini adalah 1.423 m (4.669 kaki) titik kordinatnya adalah 8°16′19″LS 123°30′18″BT / 8,272°LS 123,505°BT.

Fakta sejarah gunung Lewotolo atau Ile Lewotolok atau Ile Ape itu sudah beberapa kali mengeluarkan material sebagai akibat dari letusannya. Tercatat sejak tahun 1660 berlanjut tahun 1819 dan 1849. Tanggal 5 dan 6 Oktober 1852 terjadi letusan yang merusak daerah sekitarnya dan muncul kawah baru dan komplek solfatara di sisi timur-tenggara.

Pemandangan di puncak Ile Lewotolok, pict by, Abdurrahman Hasan
Letusan Gunung Lewotolo juga terjadi di tahun 1864, 1889 dan terakhir pada 1920 dikabarkan penduduk terjadi letusan kecil. Selanjutnya pada tahun 1939 dan 1951 terjadi kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Lewotolo. Letusan Gunung Lewotolo yaitu berupa lontaran lava pijar, abu, awan panas dan hembusan gas beracun.

Teranyar adalah pertengahan oktober 2017 terjadi lagi peningkatan aktifitas,mengakibatkan terjadinya letusan kecil disertai gempa, pemerintah setempat sempat menaikkan status gunung tersebut ke level siaga.

Disisi lain gunung Ile Lewotolok menghadirkan panorama Yang sangat memukau,bekas letusan semburan panas tidak mengurangi eksotisme gunung berapi pada umumnya termasuk Ile Lewotolok.

Travelers yang mengunjungi puncak ini akan dimanjakan dengan kabut belerang,dan hamparan pasir yang unik seperti hamparan pasir di tepi pantai, khusus di pagi hari pemandangan matahari terbit atau sunrise, serta udara segar akan memanjakan mata,yang tentu saja gratis tersaji oleh alam ini.

Seperti yang diceritakan seorang pelancong asal Kedang yang pada akhir tahun lalu melakukan pendakian bersama timnya. Abdurrahman, yang biasa dipanggil kang Oman ini menuturkan sebuah pengalaman alam yang luar biasa.

Pria yang juga seorang guru bahasa inggris di sebuah SMA negeri di Balauring Omesuri ini menuturkan, bahwa ini merupakan puncak gunung yang agak berbeda dengan beberapa gunung di daerah lain,salah satu keunikannya adalah hamparan pasir putih yang mirip seperti hamparan pasir di laut, menurut pengetahuannya pemandangan ini belum pernah ditemukan dipuncak gunung manapun.

Hamparan Pasir yang mirip psir pantai di puncak Ile Lewotolok, pict by, Abdurrahman Hasan
Menangkap peluang ini, Pemerintah Kabupaten Lembata mengagendakan kegiatan pendakian yang diadakan setiap tahun sebagai bagian dari kegiatan promosi wisata daerah. Tracking ke puncak Ile Lewotolok masuk dalam kegiatan utama di ajang festival Bahari Nuhanera.

Untuk memulai pendakian, Anda tidak butuh waktu yang lama untuk menjangkau titik start memulai tracking di wilayah Ile Ape Timur, tepatnya di Desa Lamagute. Menempuh rute yang tidak mudah dan penuh tantangan, dibutuhkan stamina yang cukup untuk bisa menjangkau kawah. Namun, bagi mereka yang pernah menjangkau titik ini, hilang semua lelah saat menyaksikan keindahan pemandangan di hamparan kawah gunung itu.


Nur Muhammad Al Amin


Thursday, 4 January 2018

Pantai Bean, Pesona Bahari Di Timur Lembata



Wisata bahari adalah salahsatu destinasi favorit wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, selain murah dan memberikan kesan tersendiri bagi para pelancong. Begitu pula dengan salahsatu pantai yang belum terlalu tereksploitasi yang terletak di Indonesia bagian tengah ini, yakni pantai bean di Lembata-Nusa Tenggara Timur.

Keindahan pantai Bean tak diragukan lagi, hamparan pasir putih dan deburan ombak sangat memanjakan mata penikmat wisata bahari. Bahkn ada wisatawan asing yang mengatakan Pantai Bean adalah duplikat dari Phuket di Thailand Selatan.Terletak di ujung timur pulau Lembata tepatnya 82 km dari pusat kota Lewoleba , Lembata , Nusa Tenggara Timur pantai Bean dapat ditempuh kurang lebih 40 menit dengan moda transportasi darat yang tentu saja apa adanya ditunjang dengan fasilitas jalan yang memang masih kurang memadai.

Pasir Putih Pantai Bean, Pict Koleksi Pribadi

Pantai Pasir Putih Bean merupakan pantai pasir putih yang unik dalam bentuk kristal-krsital halus yang membentang dari barat ke timur sejauh 4 - 5 km dengan ombak laut yang bergulung terus menerus dan pecah secara teratur. Sangat cocok untuk berselancar maupun surfing.

Pantainya yang cukup landai dan aman/tenang bagi pengunjung yang ingin berekreasi pantai. Setelah mendengar cerita tentang surga yang indah di tanah Kedang ini, saya pun mencoba untuk traveling kesana, kendati asli orang Kedang saya belum pernah menginjakkan kaki di pantai ini, karena waktu dan pekerjaan yang menggagalkan rencana yang sudah sejak lama disusun.

Latar belakang perbukitan Pantai Bean, Pict Koleksi Pribadi


Akhirnya waktunya tiba awal tahun 2017 sayapun menyempatkan diri untuk berlibur dan menikmati pantai indah ini. Bersama rombongan menumpangi truk menuju pantai Bean, seperti informasi sebelumnya medan yang cukup sulit ditempuh namun terbayar dengan keindahannya. Fasilitas wisata yang kurang memadai inilah yang membuat pantai Bean seolah terkucil dari dunia pariwisata Indonesia, perhatian dari Pemkab Lembata juga masih kurang terhadap potensi daerah ini, cukup sulit menemukan penjual walau hanya sekedar minuman dan makanan ringan.Padahal jika saja pemerintah serius menggarap tentu saja akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat yang sebagian besar adalah petani dan nelayan musiman.

Semoga saja kelak pantai Bean tidak sekedar disamakan dengan Phuket tapi menjadi destinasi wisata yang menjadi primadona wisatawan lokal dan mancanegara. Bagi yang ingin dan hobi traveling dengan cara backpacker, silakan mencobanya, walaupun sulit dijangkau namun akan terbayar lunas dengan keindahannya.

Nur Muhammad Al Amin