Showing posts with label Realigi. Show all posts
Showing posts with label Realigi. Show all posts

Thursday, 8 February 2018

Zakat Penghasilan Versi Penguasa

Rencana Pemerintah memotong zakat penghasilan kepada aparatur negara, atau pegawai negeri sipil (PNS) menuai pro dan kontra di masyarakat, betapa tidak ditengah kemerosotan ekonomi dan kesejahteraan yang menurun, para pegawai negeri tentu saja khawatir dengan tindakan Pemerintahan yang ingin memotong gaji mereka untuk zakat sebanyak 2,5 persen.

Kementerian Agama beralasan adanya pemotongan gaji PNS untuk membayar zakat sebesar 2,5 persen tersebut untuk kepentingan masyarakat umum seperti masalah sosial, ekonomi dan pembangunan fasilitas umum. Pemerintah juga berdalih, APBD dan APBN saat ini tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan masyrakat di berbagai bidang.

Ketentuan Zakat Penghasilan Dalam Islam Adalah 2,5 % Setelah mencapai Haul

Menurut Islam, zakat penghasilan gaji bulanan /zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat).

Sebagian Ulama dalam menentukan tarif zakat profesi dalam hal ini berbeda pendapat. Beberapa ulama terkenal yakni, Muhammad Abu Zahrah, Abdurahman Hasan, Abdul Wahhab Khollaf, Yusuf Qaradhawi, Syauqy Shahatah dan yang lainnya sepakat tarif zakat penghasilan profesi adalah 2,5%.

Hasil pertanian yang wajib dikeluarkan zakat jika telah mencapai haul dan nisahab, picy by, Fimadani
KH Didin Hafiduddin, guru besar agama Islam Institut Pertanian Bogor (IPB) dan mantan ketua umum Badan Amil Zakat Nasional, berpendapat zakat penghasilan bulanan ( gaji ) dianalogikakan dengan zakat pertanian dikeluarkan saat mendapatkan panen/hasil gajian. Jika seorang muslim memperoleh pendapatan dari hasil gaji atau profesi tertentu, maka dia boleh mengeluarkan zakatnya langsung 2.5% pada saat penerimaan.



Para ulama dan Umara seperti Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud,khalifah Umar bin Abdul Aziz dan ulama modern seperti Yusuf Qardhawi tidak mensyaratkan haul atau lamanya pengendapan harta (satu tahun) untuk mengeluarkan zakat profesi, tetapi zakat profesi dikeluarkan langsung ketika mendapatkan harta tersebut. Mereka mencontohkan dengan zakat pertanian yang dibayar pada setiap waktu panen.

Dalam al quran, kewajiban akan zakat profesi telah disyaratkan Allah dalam firman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…” (QS. Al-Baqarah (2): 267) “dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bahagian”. (QS. Adz-Dzaariyaat (51): 19)

Dalam hal ini, para ulama membedakan jenis zakat profesi atau zakat penghsilan.
Pertama adalah ,berdasarkan fatwa MUI 2003 tentang zakat profesi setelah diperhitungkan selama satu tahun dan ditunaikan setahun sekali atau boleh juga ditunaikan setiap bulan untuk tidak memberatkan. Model bentuk harta yang diterima ini sebagai penghasilan berupa uang, sehingga bentuk harta ini di-qiyas-kan dalam zakat harta (simpanan/ kekayaan).Nishabnya adalah jika pendapatan satu tahun lebih dari senilai 85gr emas (harga emas sekarang se-gram Rp. 600.000) dan zakatnya dikeluarkan setahun sekali sebesar 2,5% setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Yang kedua zakat profesi dikeluarkan langsung saat menerima pendapatan ini dianalogikan pada zakat tanaman. Model memperoleh harta penghasilan (profesi) mirip dengan panen (hasil pertanian), sehingga harta ini dapat dianalogikakan ke dalam zakat pertanian.

Jika ini yang diikuti, maka besar nisabnya adalah senilai 653 kg gabah kering giling setara dengan 520 Kg beras dan dikeluarkan setiap menerima penghasilan/gaji sebesar 2,5% tanpa terlebih dahulu dipotong kebutuhan pokok (seperti petani ketika mengeluarkan zakat hasil panennya).Bila belum mencapai haul dan nishab maka tidak ada kewajiban melainkan anjuran untuk bersedekah.

Abdi negara yang siap dipotong zakatnya oleh pemerintah, ilustrai by, Nusantaranews.co
Jika dilihat dari pendapatan PNS saat ini, rata-rata memang sudah diwajibkan untuk membayar zakat profesi atau zakat penghsilan, karena rata-rata gaji mereka sudah memenuhi nishab zakat profesi. Tetapi Pemerintah perlu arif dalam hal ini, jangan hanya ingin menutupi kekurangan APBD dan APBN, masyrakat dikorbankan demi kepentingan pemerintah, karena tidak semua PNS dapat menyimpan atau menyisihkan gaji mereka untuk ditabung dan mencapai haul, karena hampir semua PNS hanya menghabiskan gaji mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup bulanan mereka, dan menyekolahkan anak-anak mereka.

Lagi pula saat ini mereka juga sudah dibebani pajak penghsilan yang dipotong setiap bulannya. Jika ingin menerapkan syariat, jangan hanya pada sektor yang menguntungkan pemerintah, sementara mengabaikan sektor lain, jangan sampai umat Islam merasa hanya dibutuhkan jika menyangkut sumbangsih terhadap negara.

Wallahu alam bisshawab

Nur Muhammad Al Amin

Saturday, 13 January 2018

Jejak Islam Di Kosovo


Umat Islam di Eropa Saat ini terbilang cukup besar secara kuantitas, tercatat Islam menyebar hampir di semua negara di benua biru tersebut, Jumlahnya diperkirakan sekitar 600 jutaan dari total jumlah penghuni benua Eropa, asal mula kaum muslimin sudah sejak abad ke-7 masehi, dan mencapai puncaknya di masa kekhlifahan Turki Usmani.

Berikut ulasan yang penulis lansir dari berbagai media tentang Islam dan kaum Muslimin di Kosovo.

Seiring runtuhnya Yugoslavia, kebangkitan agama mulai terlihat di Kosovo. Orang-orang menjadi lebih religius daripada yang disaksikan dalam kurun waktu 60 atau 70 tahun terakhir.
Setelah perang 1999, terdapat 200 masjid di Kosovo. Dan, saat ini diperkirakan telah ada lebih dari 800. Sebuah masjid baru dibangun setiap bulan.

Panji kegemilangan Muslim Kosova (Net)



Ini menandakan adanya kebangkitan agama di Kosovo. Khususnya untuk mempraktikkan nilai-nilai Islam. Semakin banyak pemuda yang mengunjungi masjid.

Di jalan-jalan Pristina (ibu kota Kosovo), semakin banyak perempuan mengenakan jilbab. Puluhan toko yang menjual busana Muslim pun semakin bermunculan. Bukan hanya menjual busana Muslim, toko-toko yang menjual Alquran serta buku-buku Islam juga mudah ditemui.

Salah satu partai yang memperjuangkan hak-hak Islam di Kosovo, yaitu Partai Keadilan. Dalam program partainya berkomitmen memperjuangkan nilai-nilai tradisional Islam. Pada 2010 partai mengusulkan agar agama Islam diajarkan di sekolah-sekolah negeri untuk anak-anak Muslim. Namun, ide ini ditolak oleh Majelis Kosovo.

Salah seorang peneliti dari Balkan Policy Research Group Naim Rashiti mengatakan, semakin banyaknya warga Kosovo yang mempraktikkan ajaran-ajaran Islam konservatif karena eksistensi lembaga-lembaga Islam yang lemah di Kosovo.

Peta Kosovo saat ini (saripedia.com)
Menurutnya, badan amal Islam telah mencoba mengisi kekosongan di masyarakat yang diabaikan oleh pemerintah. Bagi banyak Muslim Kosova, Islam telah mengisi kesenjangan identitas dan menawarkan nilai-nilai yang jelas.

Komunitas Islam Kosovo adalah sebuah lembaga independen yang mengawasi urusan Islam di negara tersebut yang dipimpin oleh seorang mufti.

Lembaga ini telah berusaha menjaga kontrol ketat atas kegiatan Islam yang ada di Kosovo. Tetapi, lembaga telah dituduh lalai oleh para kritikus terkait pendaftaran masjid resmi. Akibatnya sekolah-sekolah agama yang tidak terdaftar dan masjid informal berkembang di seluruh negeri.

Nur Muhammad Al Amin


Friday, 12 January 2018

Lantas Apa Yang Mesti Kita Banggakan..?

Inilah fase-fase sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun.Malam Pertama – Di kuburan pembusukan dimulai pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.



Ketika Jasad telah terbujur kaku selamanya (istimewa)


Malam Kedua – Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti: limpa, hati, paru-paru dan lambung.Hari Ketiga – Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluatkan bau busuk tidak sedap.
Seminggu Setelahnya – Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.

Setelah 10 hari – Tetap terjadi pembusukan kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa.

Setelah 2 Minggu – Rambut mulai rontok.

Setelah 15 Hari – Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya.

Setelah 6 Bulan – Yang tersisa hanya rangka tulang saja.

Setelah 25 Tahun – Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, kita akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor). Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat.

Inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya. Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah disebutkan.

Nur Muhammad Al Amin

Berbagai sumber

Bulan dan Bintang Simbol Islam?

Saat ini umat Islam sering menganggap bahwa bulan dan bintang adalah simbol dari umat Islam, seperti simbol bintang david milik Yahudi, atau simbol salib milik kaum nasrani. Berikut penulis gambarkan asal mula simbol bulan bintang yang dikutip dari Republika online.

Simbol bulan dan bintang sangat populer dan dianggap sebagai simbol Islami. Simbol tersebut sering dijumpai pada menara atau kubah, lambang partai Islam Indonesia atau bendera beberapa negara Muslim seperti Turki dan Aljazair. Namun, banyak orang yang tidak mengetahui latar belakang kedua simbol tersebut dapat menjadi identitas keislaman.


Simbol bulan bintang yang dikatikan erat dengan Islam(pixbay.com)

Pada dasarnya, Islam tidak pernah mempunyai keterkaitan dengan simbol apapun. Simbol bulan dan bintang mulanya digunakan oleh Kesultanan Turki Utsmani sekitar abad ke-10 (923-1342 H/1517-1923 M) sebagai simbol resmi kesultanan. Simbol ini awal tujuannya adalah politik dan tidak berhubungan dengan ajaran agama. Pada masa kejayaanya, pemerintahan Turki Utsmani berhasil melakukan ekspansi wilayah Islam, terutama ke kawasa Eropa Timur.Saat itu wilayah Hungaria berhasil ditaklukan, di antaranya Beograd (Yugoslavia), Albania, Yunani, Rumania, Serbia, dan Bulgaria. Selain kekuasaan tersebut, mereka juga melebarkan kekuasaan ke kawasan timur wilayah Islam. Salah satu goresan sejarah paling agung yang berhasil dilakukan oleh Turki Utsmani adalah ditaklukannya Konstantinopel, ibu kota imperium Romawi, Dikutip dari buku Khazanah Peradaban Islam karya Tata Septayuda Purnama, pada masa kekuasaan Sultan Muhammad II (Sultan VII Turki Utsmani) setelah menaklukan Konstatinopel pada tahun 1453. Kota Romawi Timur tersebut merupakan bagian dari kekaisaran Byzantium, negara superpower yang kala itu menetapkan Kristen sebagai agama resmi negara.

Lambang kotanya adalah bulan dan bintang. Setelah Turki menaklukan Konstantinopel, Muhammad II mengadopsi simbol tersebut menjadi bendera Turki Utsmani. Nama Konstantinopel pun diganti dengan Istanbul.

“Sebelumnya bendera Turki Utsmani hanya segitiga sama kaki dengan kedua kakinya melengkung dan berwarna merah. Setelah dimodifikasi, bagian tengah bendera ditambahi gambar bulan dan bintang berwarna putih,” kata Tata yang ditulisnya dalam buku tersebut.

Pada tahun 1844, bentuk bendera diubah menjadi segi empat dan kembali mengalami modifikasi tahun1922. Dalam konstitusi tahun 1936 (setelah runtuhnya Turki Utsmani) bendera tersebut ditetapkan menjadi bendera resmi Turki modern dengan sedikit perbedaan yaitu, bintang dan bulan sabitnya lebih dilansingkan.Sejak digunakan oleh kekaisaran Turki Utsmani, bendera bulan sabit menjadi bendera resmi umat Islam yang berada di Wilayah kekuasaannya yang luas. Wajar jika lambang tersebut sangat melekat di hati umat Islam dari ujung barat Maroko hingga ujung timur Merauke.

Inilah lambang yang pernah dimiliki umat Islam secara bersama. Selanjutnya lambang ini seolah menjadi lambang resmi umat Islam yang selalu muncul di kubah-kubah masjid. Bahkan di Indonesia banyak institusi umat Islam menggunakan lambang ini sebagai identitas, seperti Masyumi di masa lalu. Di zaman reformasi, muncul pula partai berasaskan Islam yang mengadopsi lambang bulan bintang.



Republika