Showing posts with label Olahraga & Hiburan. Show all posts
Showing posts with label Olahraga & Hiburan. Show all posts

Saturday, 10 February 2018

5 Penyanyi Malaysia Yang Berjaya Di Indonesia


Di era 1990an dunia musik tanah air dibanjiri Penyanyi asal negeri jiran Malaysia, genre lagu slow rock dan pop melayu menjadi sangat populer dan fenomenal di Indonesia, begitu fenomenalnya , sehingga dunia musik tanah air pun seperti kurang mendapat perhatian, hingga berakhirnya era kedigdayaaan musik melayu di awal 2000an yang ditandai hadirnya genre musik pop alternatif, yang sampai saat ini masih digandrungi khususnya di kalangan remaja.

Dalam perkembangan musik Malaysia di Indonesia, tak lepas dari beberapa pengaruh musisi yang berkualitas di era itu, faktor lainnya adalah lesunya Industri musik dalam negeri, dan juga tentu saja dekade saat itu memang menghendaki slow rock sebagai jenis musik yang sangat disukai di Indonesia. Karena di tahun 1990an banyak sekali Penyanyi Indonesia yang juga beraliran slow rock, misalnya Nike Ardilla, Anggun C.Sasmi, Nicky Astria dan Inka Christy. Saat ini dominasi musik Malaysia di Indonesia sudah tidak sekuat dulu, bahkan pada akhirnya Indonesia yang menjajah dunia musik Malaysia.

Namun demikian sisa-sisa kejayaan dan kenangan itu hingga saat ini masih tetap dikenang oleh pencinta

Dan selanjutnya inilah 5 Penyanyi Malaysia yang sangat terkenal dengan hits andalannya bahkan albumnya laris manis di Indonesia.
musik melayu, bahkan masih ada beberapa radio di Indonesia yang masih memiliki program khusus untuk tetap memperdengarkan irama slow rock yang menjadi ciri khasnya.


1. Search
Legenda rock asal Malaysia (Search),picy by,Nannyeliana.com

Siapa yang tidak kenal dengan grup musik satu ini, ciri khasnya yang kuat menjadi salah satu faktor yang sangat disukai pada masa itu. Hits andalannya adalah "Isabella" yang sangat melegenda, karena hingga saat ini, lagu tersebut masih sering terdengar di mana-mana, bahkan sering di buat ulang baik dalam bentuk aransemen ulang maupun cover ulang di platform Smule dan Youtube. Kelompok musik rock ini sendiri dibentuk di Johor Bahru pada 1981,dengan personilnya afalah , Yazit (drum), Hillary Ang (gitar), Nasir (bass), dan Amy (vokal), dan Din (gitar).


2. Stings



Kumpulan Stings Yang terkenal dengan hits-hits bertemakan LDR-an,pict by ,YouTube
Dengan hits single "Adakah Kau Setia", grup musik ini juga sangat terkenal di era 1990an, lagu-lagunya yang bertema romantis dan hubungan jarak jauh yang istilah kerennya LDR, sempat merajai dunia musik tanah air. Grup ini sendiri digawangi oleh Poey
Rushdie ,Aleem Azul, DJ Epul dan beberap lainnya. Grup yang mengusung konsep slow rock dan pop balada ini mempunyai beberapa lagu yang hits dan melegenda, selain "Adakah Kau Setia", judul lagu lainnya yang terkenal adalah "Cinta Memerlukan Kesetiaan" dan "Kusapu Air Mata Perpisahan".

3.Slam
Grup Band Slam yang populer di tahun 1990an, picy by ZamaniLovers
"Rindiyani" adalah salah satu lagu populer yang dinyanyikan grup band ini, grup ini digawangi Zamani bin Ibrahim (Zamani)Vokalis
Shah Nizam bin Abdul Halim (gitar),Lili Masrani(bass), Eddie Ahmad (Keyboard),Razak Bajuri (Gitar) dan Osman Khalid(Drummer). Lagu-lagu hitsnya diantaranya yang paling fenomenal ada "Gerimis Mengundang", selain itu masih banyak lagu lainnya yang populer. Grup ini sangat berjaya disaat itu terbukti dengan meraih penghrgaan platinum, dengan penjualan 300 ribu copy di Malaysia dan lebih dari 500rb copy di Indonesia.

4. Exists


Kumpulan Exist asal Malaysia, pict by, lagumu.net
Merupakan grup band yang berasal dari Malaysia. Mereka memulai grup ini pada tahun 1991 dengan lagu "Untukmu Ibu". Grup ini sangat populer di masa itu, baik di negeri kelahirannya maupun di Indonesia. Grup ini digawangi oleh Joey (vokal) Along (gitar) Musasa (bass) serta Ujang (drum). Semua anggota grup Exist ketika itu berasal dari Johor dengan rata-rata berumur 13 tahun hingga 19 tahun album yang hits dengan lagu "Alasanmu" serta "Dirantai Digelangi Rindu" turut menaikkan pipularitas mereka di Indonesia dengan rekor penjualan sebanyak 600,000 unit. Grup ini sempat membuat album best of the best pada tahun 2000 , namun saat itu era kejayaan musik Malaysia sudah mulai memudar bahkan mundur, sehingga tak mampu lagi bersaing di Industri musik tanah air.

5. Siti Nurhaliza



Siti Nurhaliza sebelum berhijab, pict by, JpopAsia
Ini adalah satu-satunya Penyanyi solo wanita asal Malaysia yang berjaya di Indonesia, bahkan hingga saat ini. Keanggunan dan attitude yang baik adalah modal dasar wanita asal negeri jiran ini berkarier di Indonesia. Selain itu, teknik vokal dan suara indahnya telah membuat namanya melejit dan memiliki jutaan penggemar setia di Indonesia. Sang Diva ini juga disejajarkan dengan Penyanyi Indonesia seperti Krisdayanti, Titi DJ dan Ruth Sahnaya.

Seperti yang dilansir Wikipedia, penyanyi yang lahir di Kampung Awah,Temerloh, Pahang, Malaysia, 11 Januari 1979 ini Sejak debutnya, ia telah memenangkan sejumlah kompetisi menyanyi internasional. Ia dimahkotai sebagai Voice of Asia pada 2002 setelah memenangkan gelar Grand Prix Champion di kontes menyanyi Voice of Asia yang diadakan di Almaty, Kazakhstan. Beberapa tahun sebelumnya, pada 1999 ia memenangkan Penghargaan Emas dalam Kompetisi Penyanyi Baru Asia di Festival Musik Asia Shanghai, yang diadakan di Shanghai, Republik Rakyat China. Selain itu, pada tahun yang sama, ia memenangkan dua penghargaan dari 'Kompetisi Menyanyi dan Lagu Internasional Pasifik Selatan 1999' yang diadakan di Gold Coast, Queensland, Australia.

Saat ini, ia mengumpulkan lebih dari 200 penghargaan lokal serta penghargaan internasional. Ia mengembangkan ketenaran sebagai artis dengan penjualan multi platinum. Penyanyi yang di beri gelar Datuk( gelar bangsawan Malaysia), hingga kini masih populer dan tetap bernyanyi, walaupun saat ini jilbab telah menutupi rambut indahnya. Terakhir Siti Nurhaliza pernah berduet dengan Penyanyi asal Indonesia Cakra Khan dengan hits singlenya berjudul "Seluruh Cinta" . Lagu terkenal Datuk Siti diantaranya adalah, "Betapa Kucinta Padamu", "Cindai" dan masih banyak sekali lagunya yang sangat hits dan melegenda. Terkenal juga sebagai Penyanyi serba bisa, berbagai genre pernah dia nyanyikan termasuk dangdut, dan juga lenngok trdisional Melayu tentunya.

Selain bernyanyi artis ini merupakan seorang yang multitalenta, dunia tarik suara memang sangat membesarkan dia, namun dia tetap menjadi artis yang menjadi teladan dan patut dicontoh karena prestasi dan attitude berjalan harmonis.

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, dan dapat menjadi pelajaran bahwa kerja keras akan membuahkan hasil yang baik.

Nur Muhammad Al Amin


Sunday, 4 February 2018

Bangga Badminton Indonesia

Empat turnamen badminton beruntun di tahun 2018 menjadi titik terang bagi dunia olahraga Indononesia, khususnya dunia bulutangkis. Mengapa tidak, di empat turnamen pembuka Badminton World Federation (BWF) bertajuk BWF World Tour ini, Indonesia Selalu menempatkan wakil di partai final dan dua turnamen diantaranya, Indonesia keluar sebagai juara umum dari lima nomor yang dipertandingkan, dimulai dari Thailand Master yang berlangsung di awal Januari 2018, tim Indonesia menempatkan 3 wakilnya di final dan menghasilkan satu gelar dari nomor tunggal putra, dan dua runnerup dari nomor ganda putra dan ganda putri, sedangkan di Malaysia Master Indonesia kembali menempatkan salahsatu ganda putra muda dan menjadi juara mengalahkan wakil tuan rumah. berlanjut ke Indonesia master, kkembali sebagai tuan rumah Indonesia menempatkan 3 wakilnya di partai puncak dan memborong 2 gelar dari nomor tunggal putra dan ganda putra serta runnerup dari nomor ganda campuran.

Hasil babak final  India Open 2018 (Tournamentsoftware)


Teranyar adalah turnamen India Master 2018 yang berlangsung akhir hingga awal februari 2018, Indonesia kembali menunjukkan kedigdayaannya dengan menempatkan kembali 3 wakil di partai final dan berhasil menjadi juara umum setelah ganda putra dan ganda putri mempersembahkan gelar dan satu runnerup dari nomor ganda campuran.

Sebagai bukti saat ini Indonesia memimpin perolehan sementara gelar BWF World Tour 2018, hanya nomor tunggal putri yang belum memberikan hasil terbaik untuk tim Indonesia. Berikut ini Raport Badminton Indonesia di bulan Januari
.Gelar Super 500
1 R
MS ( tunggal putra)
1 Gelar Super 300
1 Gelar Super 500
MD (ganda putra)
3 unner Up Super 300
WD (ganda putri)
1 Gelar Super 500
1 Runner Up Super 500
1 Runner Up Super 300
XD (ganda campuran)
2 Runner Up Super 500

Klasemen Sementra World Tour 2018 hingga pertengahan Januari 2018, pict by, BWF Fanpage
Dari beberapa gelar tersebut yang paling fenomenal tentu saja dari ganda putra, pasangan Kevin Sandjaya Sukamulyo dan Marcus Gideon adalah ganda putra nomor satu dunia yang saat ini merajai berbagai turnamen, sejak akhir tahun hingga saat ini saja sudah 8 partai puncak dilakoni dengan menghasilkan enam gelar dan dua runnerup. yang jadi fenomenal lainnya adalah kebangkitan sektor ganda putri yang saat in dipelopori Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, sepak terjang mereka cukup menjanjikan, setelah Greysia Polii pisah dari Nitya Maheswari yang dilanda cedera kedua pasangan ini menjadi motor bagi srikandi lainnya di pelatnas Cipayung, terbukti belum lama dipasangkan ternyata mereka mampu menjadi ganda elit dunia.

Gold Coast, kota di negara bagian Queensland ini telah menjadi saksi sejarah perbulutangkisan Indonesia. Bukan sebuah kabar baik yang ada, melainkan mimpi buruk gagalnya Indonesia lolos dari fase grup Sudirman Cup 2017. Sebuah rekor yang amat mencoreng nama Indonesia dipentas bulutangkis beregu tersebut.Dibalik setiap kegagalan, selalu ada hikmah didalamnya. Naiknya pasangan Greysia/Apriyani menjadi Ganda Putri nomor satu tanah air contohnya.Hampir tak ada yang pernah bertaruh pasangan ini akan bertahan lama. Apalagi, penunjukan Apriyani dianggap terlalu dini untuk dipercaya bermain di level Sudirman Cup. Kekalahan yang diderita Greysia/Apriyani dari Della/Rosyita di ajang Simulasi Sudirman Cup, semakin menguatkan alasan mengapa pasangan ini seharusnya tidak pernah ada. Banyak yang beranggapan, Anggia atau Rosyita lah yang lebih layak menggantikan peran Apriyani.

Greysia Polii dan Apriani Rahayu, Pict by, Tribunnews.com
Namun, debut mereka saat melawan Juhl/Pedersen dipartai hidup mati ini langsung mematahkan semua opini tersebut. Mereka takluk secara terhormat dari peraih medali perak Olimpiade 2016 tersebut. Meski kalah & gagal lolos dari fase grup, penampilan mereka berhasil menarik hati BL tanah air. Kalimat cacian yang sebelumnya terlontar perlahan menjelma menjadi pujian bagi Apriyani.
Debut manis juga berhasil mereka torehkan dipentas Individu, usai menjuarai turnamen Thailand GPG 2017. Bahkan disisa tahun 2017, mereka mampu menembus final di 2 turnamen SS/P, dengan menjuarai salah satu diantaranya.Hanya 9 bulan saja, Greysia/Apriyani kini menjelma menjadi ganda putri elit dunia. 5 final dari 11 turnamen yang dilalui, serta keberhasilan menembus top 8 disektor ganda putri, menjadi bukti dari kembalinya sektor ganda putri Indonesia pasca ditinggal cedera Nitya Maheswari.

Awal periode 2018, Greysia/Apriyani kini baru saja menjuarai turnamen India Open S500, usai menjadi Runner-up di Indonesia Masters S500 pekan lalu. Pembalasan dendam atas Juhl/Pedersen pun juga telah terbayar lunas dibabak SF India Open kemarin.
Kebahagiaan sebagai seorang 'Juara' akan terasa lebih nikmat setelah mengalami banyak kegagalan. Mereka tak serta merta bisa langsung seperti sekarang. Usai melalui banyak keraguan & inkonsistensi, kini mereka telah membuktikan kepada publik, mengapa mereka layak dipanggil seorang "Pemenang"


Nur Muhammad Al Amin

Saturday, 6 January 2018

Peserta "D'Academy Asia 3" Pingsan

Program reality show Dangdut terbesar di Asia yang dihelat Indosiar sesi ke-3 2017 kembali memakan korban, pada konser result 20 besar 14-15 November, 3 dari 4 peserta grup 1 top 20 tiba-tiba saja pingsan.

Bermula dari peserta asal Indonesia Reza DA2 yang mengalami kesakitan saat juri asal Indonesia Hetty Koes Endang memberikan penilaian, sontak saja para penonton dan pemirsa dirumah kaget dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan peserta yang pada penilaian tersebut menjadi pemuncak klasemen.

Para MC Program DAA3 (koleksi pribadi)

Tak berapa lama disaat penilaian Aulia DA4 yang juga berasal dari Indonesia juga tiba-tiba pingsan, dan di penilaian juri terakhir dari Singapura Mayuni Omar ,menyusul Darling peserta asal Malaysia turut pingsan. Sehingga ketiga peserta tersebut tidak dapat mengikuti pengumuman hasil penilaian juri sampai akhir. Ajaibnya peserta terakhir yang dinilai juri tidak mengalami hal tersebut, disaat penilaian akhir Nur Haqem asal Singapura yang akhirnya tersenggol alias pulang ke negara asalnya.

Berbagai spekulasi akhirnya muncul dengan kejadian tersebut, mulai dari persoalan mistik di studio 5 Indosiar hingga dikaitkan dengan lepas hijabnya presenter Rina Nose yang menghilang beberapa episode terakhir program tersebut.

Namun demikian satu hal yang perlu disoroti dari program tersebut adalah soal ketahanan fisik dan mental peserta, durasi program yang panjang serta waktu yang terbatas bagi peserta untuk latihan dan tampil adalah salah satu pemicu yang sangat masuk akal atas kejadia tersebut.

Konser yang dimulai selepas isya tersebut baru berakhir dini hari, secara manusiawi itu sudah sangat dibatas kewajarn, karena setelah konser mereka harus mempersiapkan diri lagi untuk konser penentuan esok malamnya, lantas kapan mereka beristrirahat dengan baik jika tuntutan untuk tampil maksimal harus dilakukan mereka, belum lagi tekanan psikis yang mereka alami, entah itu ketakutan tidak maksimal dan akhirnya tersenggol, bahkan trauma ketika ada komentator yang memberi komentar yang berlebihan yang sangat berefek pada psikologi mereka, karena bagaimanapun juga kebanyakan peserta sudah mempunyai nama dan pendukung tersendiri di negara masing-masing apa pantas mereka diperlakukan seperti itu diatas panggung besar yang ditonton secara langsung jutaan pasang mata yang konon se-Asia menyaksikan program tersebut?

Lepas dari drama atau rekayasa untuk menaikkan rating program, kejadian tersebut sangat berdampak buruk bagi peserta, jangan hanya karena mengejar rating dan pemasukan lewat iklan yang banyak, penyelenggara mengabaikan hak-hak peserta dan juga penonton di rumaha, lembaga pengawas siaran seharusnya tanggap dengan keadaan seperti ini karena sebagai penikmat siaran masayrakat juga butuh istirahat tanpa terganggu dengan duduk berjam-jam menantikan peserta kesayangannya tampil.


Nur Muhammad Al Amin

Tulisan ini pernah dimuat di kompasiana


https://www.kompasiana.com/adzalmaking/5a0bd5515e1373215e419be2/peserta-d-academy-asia-3-pingsan



Thursday, 4 January 2018

Ketika "Bulu Angsa" Selalu Jadi Tumpuan

Perhelatan Asian Games tak terasa sudah makin dekat, ajang empat tahunan terbesar di Asia tersebut rencananya akan berlangsung pertengahan tahun 2018 nanti. Sebagai tuan rumah Indonesia sudah dan sedang berbenah mempercantik dan memoles venue-venue yang akan digunakan untuk pesta olahraga akbar se-Asia tersebut.

Selain persiapan teknis tersebut, pemerintah Indonesia khususnya Kementrian Pemuda dan Olahraga telah mempersiapkan para atletnya untuk berlaga dan mempersembahkan hasil terbaik untuk keharuman nama bangsa.Berbagai uji coba dan pemusatan latihan telah dicanangkan jauh hari, cabang-cabang prioritaspun telah dipersiapkan dengan melakukan uji coba baik didalam maupun dluar negeri.
Bulu Angsa bahan baku utama Shutlecock (pixbay.com

Seperti biasanya cabang Wushu, Panahan, Angkat Besi adalah cabang yang selama ini menjadi tumpuan medali bagi kontingen Indonesia di ajang multievent.
Sea Games Kualalumpur 2017 adalah ajang pemanasan beberapa cabang tersebut, beberapa medali yang didapat dari perhelatan ini adalah modal untuk menambah kepercayaan diri untuk menjadi yang terbaik di ajang Asian Games 2018 nanti.

Suasana latihan di Pelatnas Cipayung, pict by Ligaolahraga.com

Untuk cabang yang paling populer dan diminati yakni sepakbola rasanya cukup berat untuk menjadi yang terbaik, lolos dari fase grup saja sebenarnya sudah bagus mengingat tim- tim terbaik Asia takkan membiarkan tuan rumah meraih medali emas dengan mudah. Entahlah sampai kapan Timnas Indonesia bisa menjadi yang terbaik, toh di level Asean saja masih kesulitan mengatasi Thailand dan Malaysia, dan begitu direpotkan oleh Vietnam, Myanmar hingga saudara lama Timor Leste.

Dan akhirnya, olahraga tepok bulu yang akan dijadikan tumpuan untuk memperbaiki posisi peringkat di ajang ini. Bulutangkis memang selalu jadi andalan di ajang-ajang besar dunia, olahraga terpopuler kedua di Indonesia setelah bola sepak ini setidaknya masih mampu berbicara banyak di level dunia. Olimpiade tahun lalu adalah bukti kongkrit bahwa hanya tepok bulu lah yang mampu mengibarkan merah putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di kancah dunia.

Sumbangan emas dari ganda campuran saat itu menjadi satu-satunya medali emas yang diraih kontingen Indonesia sehingga memperbaiki posisi klasemen saat itu. Selain berkaca dari olimpik tak terhitung lagi torehan prestasi yang diraih atlet-atlet "bulu angsa", terbaru adalah ajang Dubai Superseries Final yang menjadi perhelatan penutup rangkaian turnamen level Superseries Badminton.Turnamen yang berlangsung di Hamdan Sport Dubai 14-18 desember lalu menjadikan Indonesia sebagai peraih gelar terbanyak kedua turnamen Superseries 2017 dengan mengoleksi total 12 gelar dibawah China di urutan teratas dengan 17 gelar superseries.Di turnamen tersebut pula pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamulyo/Marcus Fernaldi Gideon meraih podium tertinggi dan sekaligus memecahkan rekor satu-satunya atlet dunia yang meraih 7 gelar juara dan 2 runnerup di ajang superseries badminton 2017.

Dengan modal prestasi yang selama ini diukir atlet-atlet badminton tidak heran Kementrian Pemuda dan Olahraga melalui induk olahraga tepok bulu PBSI menargetkan harus meraih medali emas dari cabang tersebut dalam ajang Asian Games tahun depan. Begitupun harapan masyarakat Indonesia masih mengharapkan "bulu angsa" yang akan menjadi penyumbang medali bagi kontingen merah putih.

Dengan tidak menafikan cabang-cabang lain diharapkan mampu setidaknya memberikan kejutan di negeri sendiri, mengingat antusisme masyarakat akan sangat besar dalam menyaksikan pesta olahraga akbar tersebut. Namun demikian untuk kejayaan dan kumandangnya Indonesia raya masih akan tetap menjadi andalan di cabang wushu,angkat besi dan tentu saja si "bulu angsa" meskipun kadang mereka diabaikan dianaktirikan oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Terbukti walaupun KompasTV secara maraton menayangkan even badminton setahun belakangan, sayangnya jangankan masuk 10 besar rating top acara TV, masuk daftar ratingpun tidak ada, kalah jauh dibanding tetangganya bola sepak, hingga sinetron dan ajang pencarian bakat.


Tulisan ini pernah dimuat di Kompasiana https://www.kompasiana.com/adzalmaking/5a39d55916835f5dd11b0042/ketika-bulu-angsa-selalu-jadi-tumpuan