Perbedaan Mendasar Imperialisme Spanyol dan Inggris

Kata imperialisme bermula saat Disraeli, perdana menteri Inggris saat itu menjelmakan politik yang ditujukan pada perluasan kerajaan Inggris hingga suatu "impire" yang meliputi seluruh dunia.


Politik Disraeli ini mendapat oposisi yang kuat. Kelompok oposisi saat itu takut kalau politik Disraeli itu akan menimbulkan krisis-krisis internasional.


Oleh karena itu mereka menghendaki pemusatan perhatian pemerintah pada pembangunan dalam negeri daripada ikut campur dalam soal-soal luar negeri.


Dikutip dari Wikipedia, timbulnya perkataan imperialis atau imperialisme, mula-mula hanya untuk membeda-bedakan golangan Disraeli dari golongan oposisinya, kemudian mendapat isi lain hingga mengandung arti seperti yang kita kenal sekarang.


Dalam perjalanan imperialisme mencapai puncaknya di abad pertengahan, motif dari imperialisme sendiri adalah persoalan hegemoni terhadap bangsa lain, soal penyebaran agama dan yang lebih utama adalah faktor ekonomi. 


Dalam sejarah beberapa negara Eropa saat itu menjadi pelopor imperialisme hingga kolonialisme, diantaranya adalah Belanda, Inggris, Perancis dan Spanyol. 


Namun, Spanyol dan Inggris sepertinya lebih sukses dalam hal imperialisme ini, terbukti dengan banyaknya daerah koloni yang mereka miliki saat itu. 


Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan mendasar antara imperialisme Inggris dan Spanyol. 


A. Spanyol


1. Penjelajah Spanyol berlayar dengan harta dan akomodasi dari kerajaan, sehingga tugas kerajaan lebih penting dibandingkan kepentingan pribadi.


2. Tujuan dari penjelajahan Spanyol karena disponsori oleh kerajaan adalah Gold (kekayaan) Glory (kejayaan dan membawa nama baik kerajaan serta menemukan tanah baru maupun jalur baru menuju Asia) dan Gospel (misi suci untuk menyebarkan kekristenan).


3. Mereka (Spanyol) bisa dibilang sebagai pioneer dan pembuka jalan bagi bangsa Eropa lainnya untuk ikut menjelajahi dunia.


4. Karena dibiayai oleh kerajaan, mau gamau mereka harus memenuhi achievement dari kerajaan, mereka harus bisa membawa upeti dan pencapaian mereka selama misi penjelajahannya. Kalo gagal memenuhi ini, bisa-bisa justru dihukum ketika balik ke kampuang halaman.



B. Inggris


1. Para penjelajah Inggris rata-rata tidak terbebani oleh peraturan kerajaan, latar belakang mereka berasal dari perusahaan dagang, makanya disebut Compagnie atau dilokalkan jadi Kompeni.


2. Tujuan pelayaran mereka murni ekonomi, memperkaya diri sendiri maupun kelompok mereka. Mereka jarang mengkristenkan Colony mereka, kalopun ada Kristenisasi, biasanya dilakukan oleh orang diluar Kompeni yang hanya menumpang pelayaran mereka.


3. Kebanyakan aslinya adalah Privateer, apa itu Privateer? Privateer adalah sekelompok penjelajah yang dimodalin senjata dan kapal oleh pihak kerajaan untuk merampok kapal penjelajah bangsa lain maupun tanah yang mereka temukan, namun mereka tidak tunduk atau bukan pegawai kerajaan, mereka orang bebas yang membajak karena motif ekonomi. 


Nanti hasil bajakannya dibagi untuk kerajaan juga. Mereka inilah yang hari ini terkenal sebagai bajak laut terkenal seperti William Kidd, Edward Teach aka Blackbeard, John Rackham aka Calico Jack (inspirasi Jack Sparrow) dll.


4. Kalau Kompeni (EIC) menduduki sebuah Colony, mereka memang terikat dengan kerajaan, namun sifatnya lebih bebas seperti mereka bisa membuat pasukan sendiri, pemerintahan sendiri diluar pemerintahan induk, dan mengaturnya sendiri.


Semoga informasi tentang perbedaan antara imperialisme Inggris dan Spanyol ini bermanfaat. 






February 14, 2021 - tanpa komentar