2 Fakta Ini Harus Dipikirkan Saat Mau Bergabung dengan VTUBE

Saat ini lagi ramai tentang bisnis digital, terutama Vitube yang belakangan menjadi kontroversi. Aplikasi periklanan milik PT Future View Tech ini adalah salah satu platform bisnis yang dipercaya sebagian masyarakat bisa menghasilkan uang hanya dengan menonton video iklan. 


Sebagai masyarakat yang hidup di era digital, seharusnya kita berpikir cerdas sebelum mengambil keputusan bergabung dengan entitas atau platform bisnis, terutama mengenai bisnis keuangan. 


Saya sendiri pernah bergabung dengan VTUBE awal tahun 2020, tapi tidak aktif hingga munculnya kontroversi tentang aplikasi ini sejak akhir tahun 2020 lalu. 


Berikut ini ada 2 Fakta yang membuat saya berfikir untuk tidak melanjutkan dan semoga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi teman-teman yang berfikir untuk bergabung dengan platform ini. 


1. Vtube Tidak Terdaftar di OJK dan Kominfo


Alasan pertama ini sangat penting, izin dan legalitas merupakan satu hal penting yang harus dimiliki perusahaan, terutama perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. 


Perusahaan tanpa izin seharusnya menjadi alasan kuat untuk kita agar berfikir untuk bergabung, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. 


Vtube sendiri tidak mengantongi izin dari OJK. Satgas Waspada Investasi (SWI) sejak bulan Juni 2020 lalu menetapkan Vtube sebagai kegiatan usaha yang dilarang. Vtube masuk dalam daftar investasi ilegal alias bodong.


Dari Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menghapus izinnya atau Tanda Daftar Penyelenggaraan Sistem Elektronik dengan Nomor: 02376/DJAI.PSE/03/2020. 


2. Sumber Dana Vtube


Alasan kedua adalah sumber dana perusahaan Vtube untuk membayar membernya. 


Vtube tidak menjelaskan secara detail soal sumber dana mereka untuk membayar anggotanya, okelah bisa jadi sumber dananya adalah dari pengiklan atau advertiser, namun kenyataannya di lapangan sumber dana adalah dari anggota untuk anggota. 


Sepertinya Vtube membayar anggotanya dengan cara kenaikan level atau tingkatan dalam member Vtube, jika ini benar maka ini tentu saja melanggar kebijakan pemerintah soal mengumpulkan dana masyarakat, bisa jadi ini alasan kuat regulator terkait tidak memberikan izin kepada Vtube. 


Jika Vtube bersikukuh bahwa pendapatan para membernya berasal dari pengiklan, logikanya siapa pengiklan yang mau mengiklankan produknya hanya untuk diklik dengan sengaja lalu ditinggalkan begitu saja setelah diklik?


Advertiser atau pengiklan butuh aksi dan hasil nyata untuk apa yang mereka iklankan, berbeda dengan iklan seperti Adsense milik google, ada dampak yang dihasilkan oleh iklan yang mereka tayangkan di google, karena pihak Google tidak mengijinkan publisher untuk mengklik iklan secara sengaja karena akan merugikan pihak pengiklan. Ancamannya serius publisher bisa dibanned permanen jika ketahuan secara sengaja mengklik iklan yang tayang. 


Jadi, apa pendapatan dari Vtube untuk membayar anggotanya?. Jika pengiklan kalaupun ada tidak mungkin mengiklankan produk mereka untuk kedua kalinya di platform tersebut jika sebelumnya tidak ada hasil yang mereka dapatkan dari iklan tersebut. 


Semoga informasi ini bermanfaat, jika ingin tetap bergabung silakan, tapi cobalah untuk berfikir cerdas sebelum memutuskan untuk bergabung dengan platform tersebut. 

January 28, 2021 - tanpa komentar