5 Tindakan Medis Tersadis Dokter Abad Pertengahan

Sebelum ilmu kedokteran modern yang diperkenalkan dokter muslim Avicenna alias Ibnu Sina menyebar di Eropa, ilmu kedokteran pada abad pertengahan sangat tidak rasional dan tidak manusiawi.


Pembedahan pada Abad Pertengahan dilakukan secara kasar, acak-acakan dan menyakitkan. Para dokter bedah saat itu kurang mengerti tentang anatomi manusia, anestesi, dan teknik antiseptik untuk mencegah infeksi pada luka dan sayatan.


Para ahli bedah di awal Abad Pertengahan biasanya adalah para biarawan yang memiliki akses terhadap tulisan-tulisan terbaik kedokteran yang seringkali dituliskan oleh para cendekiawan Arab.


Pada 1215, Paus memerintahkan para biarawan untuk berhenti mempraktikan pembedahan, sehingga rakyat biasa diperintahkan untuk melakukan sendiri beragam pembedahan. Para petani yang hanya mengerti cara kebiri ternak kemudian mulai melakukan berbagai hal.


Berikut 5 tindakan medis yang dapat dikatakan "sadis"dan "tidak sesuai prosedur kedokteran.

1. Operasi Katarak

Operasi pengambilan katarak mata pada masa itu dilakukan dengan menyisipkan perangkat tajam semisal pisau atau jarum besar menembus kornea dan memaksa lensa mata lepas dari kapsulnya menuju bagian dasar mata. 

Seperti yang terlihat pada ilustrasi gambar dibawah ini : 



Setelah ilmu kedokteran Islam semakin dipakai di Eropa, pembedahan katarak mulai mengalami perbaikan. Jarum suntik berongga pun dipakai untuk mengambil katarak dengan cara disedot (suction).

2. Operasi Kantung Kemih

Selain operasi katarak , operasi mengerikan lainnya adalah operasi kantung kemih. Kantung kemih bisa tersumbat, misalnya karena sifilis atau batu ginjal. 


Hal itu kerap terjadi karena antibiotik belum tersedia. Sejak pertengahan 1300-an untuk pertama kalinya dipakai selang logam yang dimasukan melalui saluran kencing hingga mencapai kantung kemih.

Perhatikan ilustrasi megerikan dibawah ini :


Ketika tabung itu tidak bisa masuk dengan mudah, digunakanlah cara lain untuk menyisipkannya ke dalam kantung kemih walaupun tindakan tersebut sangat berbahaya.


Jika ada batu dalam kantung kemih, hal berikut inilah yang biasanya dilakukan: meminta seseorang yang kuat duduk di kursi dan kaki-kakinya pada dudukan. Pasien duduk di pangkuannya dengan lengan yang diikatkan pada leher menggunakan balutan atau diikatkan ke bahu asisten.


Dokter akan berdiri di depan pasien dan menekan dua jari tangan kanan ke dubur pasien sambil menekankan kepalan tangan kiri ke bagian atas kelamin pasien. Sementara jari-jarinya mengurusi kemih dari arah atas agar leluasa. 


Jika ia menemukan bongkah keras yang adalah batu dalam kemih dan jika orang ingin mengeluarkan batu itu, ia harus diet ringan dan puasa dulu selama 2 hari.


Pada hari ke tiga setelah batu itu ditemukan, dorong ke leher kemih, di sana, di jalan masuknya, dengan dua jari di atas dubur iris sedikit dengan alat dan batunya dikeluarkan.

3. Treppaning (Pembedahan Kepala)

Para ahli arkeologi di Inggris menemukan tengkorak rakyat jelata sekitar tahun 1100. Tengkorak itu diduga tertembus benda berat dan tumpul.


Pemeriksaan yang lebih teliti mengungkapkan bahwa pria itu pernah menjalani pembedahan jenis trepanning yang menyelamatkan nyawanya. 


Dalam pembedahan jenis itu, kepalanya dilubangi dan sebagian tengkoraknya diangkat agar serpihan-serpihan tulang bisa diangkat. Pembedahan itu mengurangi tekanan pada otak dan menyembuhkan orang yang sakit.


Gambar dibawah ini adalah ilustrasi tentang pembedahan tengkorak kepala pasien yang dilakukan para dokter abad pertengahan 


Kala itu ilmu psikiatri dan kedokteran belum berkembang pada abad pertengahan, orang epilepsi maupun orang yang depresi biasanya akan diberikan tindakan treppaning, karena dipercaya dapat mengusir setan-setan yang bersemayam di otaknya.

4. Bloodletting (Pengeluaran Darah Kotor)

Jika Anda mengunjungi dokter selama Abad Pertengahan, terlepas dari penyakit Anda, ia mungkin akan meresepkan Anda dengan perawatan pertolongan darah klasik. 


Bloodletting adalah hal yang biasa pada zaman dulu seperti halnya obat flu. Jika seorang pasien masuk dengan sakit kepala ringan dan sakit tenggorokan, itu adalah praktek yang umum bagi dokter untuk membuka vena dengan pisau bedah, dan kemudian membiarkan darah mengalir bebas kedalam wadah. 


Perhatikan gambar dibawah ini mirip praktek bekam gak ya? 


Bloodletting sangat umum, sehingga bahkan tukang cukur di era itu mulai menawarkan jasa bloodletting juga. Beberapa orang yang senang menjalani perawatan ini beberapa kali setahun, sebagai cara untuk tetap sehat.

5. Pengobatan Wasir

St Fiacre dikenal sebagai "pelindung wasir." Setelah itu, batu itu dikenal sebagai Batu St. Fiacre. 


Beberapa dokter abad pertengahan yang percaya pada kisah itu akan mengirim pasien mereka untuk duduk di batu terkenal tersebut selama beberapa jam untuk menyembuhkan diri dari penyakit itu.


Cara lainnya adalah melakukan penusukkan dengan menggunakan logam panas yang dimasukkan melalui dubur, untuk meredakan wasir. Seperti yang terlihat pada ilustrasi dibawah ini 


Itulah 5 diantara sekian banyak praktek kedokteran yang dilakuan para dokter di abad pertengahan sebelum datangnya abad pencerahan. 


Yang menjadi pertanyaan, mengapa bisa hal mengerikan seperti diatas terjadi? Para ahli berpendapat bahwasannya ilmu kedokteran di awal Abad Pertengahan seringkali merupakan campuran hal-hal pagan, keagamaan, dan ilmiah. Dengan semakin kuatnya pengaruh Gereja, maka sejumlah ritual pagan dijatuhi hukuman.


Para pasien yang tertular wabah pes (black death) misalnya, dianjurkan agar melakukan pertobatan, yaitu praktik mengaku dosa yang dilanjutkan dengan ibadah keagamaan seperti diperintahkan oleh seorang imam. 


Hal demikian menjadi 'penyembuhan' yang lazim saat itu. Para pasien juga diberitahu bahwa mereka bisa luput dari maut jika mengakui dosa-dosa secara benar.


referensi :

The 5 Most Painful Medical Treatments of the Middle Ages






August 13, 2020 - tanpa komentar

Related Posts