Klaim 2 Agama atas Kepemilikan Hagia Sofia



Ayasofia atau Hagia Sofia adalah bangunan monumental yang berdiri berabad-abad lalu. Sejak ditaklukkan Muhammad Al Fatih atau Mehmed II dari dinasti Ottoman, Hagia Sophia yang semula adalah bangunan Ortodoks berubah menjadi Masjid bagi kaum muslimin Ottoman, seiring berubahnya nama Konstantinopel menjadi Istanbul atau kota Islam.

Hagia Sophia adalah sebuah keindahan arsitektur yang luar biasa dan monumen penting baik untuk Bizantium maupun untuk Ottoman.

Saat ini polemik itu kembali memanas setelah Presiden Turki ,Recep Tayep Erdogan mengingkan kembalinya museum tersebut menjadi masjid, setelah Kemal Attaturk merubah fungsinya menjadi museum beberapa waktu lalu, setelah penggulingan kesultanan Ottoman.

Lalu kenapa sih pemerintah Rusia, AS, Yunani dan UNESCO sampai mendesak agar Ayasofya tetap menjadi museum?

Mari kita bahas sejarah singkat bangunan Ayasofya ini

✓Ayasofya pertama kali dibangun sebagai gereja dan diresmikan pada 15 Februari 360 M di era Bizantium pada masa pemerintahan Konstantinus II.

✓Terjadi pemberontakan di era pemerintahan Justinian dan bangunan Ayasofya sempat rusak, kemudian Justinian membangun kembali Ayasofya pada tahun 537.

✓Setelah penaklukan Istanbul pada tahun 1453. Fatih Sultan Mehmet segera pergi ke Ayasofya dan memerintahkan gedung itu diubah menjadi masjid.

✓Berabad-abad difungsikan sebagai masjid di era Kekhilafahan Osmani, Ayasofya direnovasi untuk menambah elemen-elemen Islami seperti dibuatkan menara, mihrab dan dibuat menghadap ke arah kiblat.

✓Republik Turki berdiri. Kemudian pada tahun 1934 atas perintah Mustafa Kemal dan keputusan Dewan Menteri, Ayasofya diubah menjadi museum dan dibuka untuk wisatawan dunia.

✓UNESCO menetapkan Ayasofya sebagai situs warisan dunia pada tahun 1985.

Ayasofya diperkirakan sudah berdiri selama 1.478 tahun dan dianggap bangunan bersejarah bagi dua agama. Dan hari ini apakah sejarah baru akan tercatat?


Nur Muhammad Al Amin


July 10, 2020 - tanpa komentar

Related Posts