6 Fakta Mengerikan Yang Hanya Ada di Jepang


Selain terkenal dengan budaya disiplin dan etos kerja warganya, negeri matahari terbit ini juga terkenal dengan beberapa fakta unik bahkan mengerikan.

Berikut ini 6 fakta mengerikan yang wajib kalian ketahui mengenai negara dan kehidupan warga Jepang. 

1. Aokigahara


Aokigahara adalah destinasi favorit untuk mengakhiri hidup orang Jepang yang sedang merasa "buntu" jalannya.

Hutan Aokigahara ada di barat laut gunung Fuji. Jepang bukanlah menduduki peringkat pertama kasus bunuh diri terbanyak, namun jumlahnya tergolong besar. 

Bunuh diri di Jepang terjadi akibat banyak faktor, salah satunya jam kerja yang padat dan pem-bully-an khususnya ketika memasuki masa awal-awal tahun pembelajaran baru dimulai.

Syukurlah sekarang tingkat buuh diri di Jepang mengalami titik terendah sejal tahun 1996, dan titik tertinggi mencapai angka 34.000-an pada 2003. 

Sampai lazimnya tempat ini untuk bunuh diri, pihak kepolisian Jepangpun sampai menuliskan pada plang di hutan tersebut dengan bunyi

"Pikirlah dengan baik-baik keputusan Anda, Anak-Anak dan Keluarga Menanti di Rumah" 

Jadi jangan kaget jika Anda sedang mengunjungi hutan ini dan menemui tulang -belulang manusia yang dibiarkan begitu saja.

2. Karoshi



Jepang terkenal disiplin dan pekerja keras. Namun siapa sangka, budaya "gila kerja" orang Jepang bisa sampai menyebabkan kematian. 

Mereka sebeumnya tidak kenah tanggal merah, sampai cutipun tidak diambil. Namun sekarang pemerintah Jepang akan memebrikan sanksi bagi pekerja yang tetap masuk kerja pada tanggal merah atau tidak mengambil cuti. 

Karena budaya malunya juga mengakar kuat, bagai orang Jepang adalah pantangan untuk pulang kerja mendahului rekannya walaupun jam kerja telah usai. 

Berdasarkan informasi yang saya temui di internet, budaya inemuri, tidur sejenak, sudah menjadi pemadangan biasa di Negeri Matahari ini. Tapi uniknya para pelaku inemuri banyak ditemukan di tempat-tempat umum. 

Departemen kesehatan, perburuhan dan kesejahteraan Jepang mengungkap pada tahun 2015 saja telah terjadi fenomena karoshi sebanyak 1.456 kasus, sebuah angka yang mencengangkan untuk kasus kamatian mendadak karena gila kerja.

3. Hikikimori



Fenomena megurung diri di kamar/rumah dalam jangka waktu lama, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan bahkan hingga bertahun-tahun. Semua kata-kata sebenarnya netral-nertal saja, bisa negatif, bisa juga positif. 

Sekarang budaya Jepang yang satu ini menjadi tren yang diikuti seluruh masyarakat dunia berhubung sedang ada corona. Iya, kan? Umumnya mereka keluar malam hari untuk mencari makan dan siang hari mengunci diri. 

Pada tahun 2019, penderita ini mencapai 610.000 orang dan yang lebih memprihatinkannya lagi, pelakunya bukan hanya dari kalangan muda saja. Hal ini terjadi karena kekecewaan yang ia dapatkan dalam realita hidupnya, masalah sekolah. Akhirnya tidak sedikit dari mereka yang drop sekolah lama sekali.

4. Akiya (rumah tanpa penghuni)



Di negeri matahari terbit ini, rumah yang sudah tidak berpenghuni atau terbengkalai disebut dengan isitlah akiya.

Tahun 2013 saja lebih dari 8 juta dari 60,6 juta rumah di Jepang yang dianggap akiya atau kosong menurut Kementrian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.

Saat ini angka Akiya di Jepang diperkirakan telah meningkat hingga melebihi 10 juta rumah, diperkirakan 30% dari semua rumah akan kosong atau ditinggalkan warga Jepang pada tahun 2023, dan tak akan ada lagi 900 kota kecil di Jepang di tahun 2040.

Rendahnya angka natalitas atau angka kelahiran menjadi pemicu utama banyaknya rumah-rumah terbengkalai. Dengan adanya fenomena ini, Pemerintah Jepang berinisiatif memberikan rumah gratis kepada pemuda-pemudi Jepang yang mau menikah.

5. Mukoyoshi (Mengadopsi orang dewasa)





Rata-rata lebih dari 80.000 kasus adopsi per tahun di Jepang. Tingkat adopsi ini adalah yang tertinggi kedua di dunia. Namun adopsi di negeri sakura ini berbeda dengan kebanyakan yang terjadi di dunia yakni mengadposi anak kecil. Di Jepang adopsi yang dilakukan adalah terhadap pria dewasa dengan kisaran usia 20-30an. 

Keluarga pebisnis, selaku yang mengambil adopsi tersebut akan mencari di antara mereka yang dirasa cocok untuk menjadi penerus bisnis yang ia lakoni dengan cara menikahkan putrinya sehingga bisnisnya dibawah pengasan dari yang handal (mertua).

6. Kodokushi (mati dan membusuk seorang diri.)


Fenomena mengerikan sekaligus mencengangkan dari Negeri Matahari Terbit selanjutnya yaitu meninggalnya lansia yang baru ditemukan setelah membusuk selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan adalah pemandangan yang lazim di sana. 

Jepang membuat robot untuk menghibur para lansia yang hidup kesepian semasa hidupnya karena mereka ada yang tidak memiliki pasangan dan anak.

Negara Jepang tidak sedikit yang mengaguminya karena teknologinya yang maju, animenya, filmnya, sistem pendidikannya, dan lain-lain.

Namun, setiap sesuatu memiliki lawan dari sifatnya, negara memliki kelebihan itu tidak berarti tidak ada nilai buruknya. Maka tindakan paling bijak bagi kita yaitu jika membenci, semestinya kita membenci yang sewajarnya. Jika mencintai, juga sewajarnya.

Nur Muhammad Al Amin

July 19, 2020 - tanpa komentar

Related Posts