Mengapa aplikasi RuangGuru tidak full service gratis seperti Zenius Education?




Sejak wabah Covid-19 atau Korona, aplikasi bimbingan belajar online meningkat pesat baik secara unduhan di plystore smartphone, maupun tingkat penelusuran di mesin pencari internet. Kebijakan pemerintah memberlakukan liburan sekolah Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi developer aplikasi pembelajaran online, terutama yang sudah terkenal seperti RuangGuru dan Zenius Education. Oh iya soal metode belajar online saya pernah membahas di artikel lain yang bisa Anda baca disini Metode Pembelajaran Berbasis Digital

Lantas mengapa kedua platform tersebut berbeda dalam hal penggratisan layanan di apliasi mereka? Bekerjasama dengan 3 Operator Seluruh ternama di Indonesia.  Berikut penjelasan singkat terkait perbedaan layanan gratis keduanya.


Sebenarnya jawabannya singkat dan tradisional yakni "metode pemasaran" yang diterapkan kedua aplikasi tersebut.

Mari kita bandingkan jumlah pengguna Zenius dan Ruangguru.Ruangguru memiliki pengguna lebih dari 15 juta di seluruh Indonesia sedangkan Zenius memiliki pengguna 11, 8 juta di seluruh Indonesia, Ruangguru lebih unggul 4 juta jumlah penggunanya.

Kenapa itu bisa terjadi? Padahal Zenius merupakan pemain lama bimbel online di Indonesia yang sudah berdiri 15 tahun sedangkan Ruangguru baru berumur 5 tahun. Salah satu penyebabnya adalah strategi pemasaran produk. Ruangguru sangat gencar mempromosikan produknya di TV, merekrut beberapa publik figur ternama seperti, Jess No Limit, Karakter Dilan yang di perankan Iqbal eks CJr dan juga atlet badminton ternama Anthony Sinisuka Ginting serta lainnya. Mereka tergabung dalam Ruangguru squad , agar semakin banyak orang tua dan anak mengenal Ruangguru.

Sedangkan kompetitor RuangGuru menjalankan strategi pemasaran yang berbeda.

Pertanyaannya Darimana kamu tau Zenius? Apakah dari iklan TV ? Apakah dari grand ambassador? Apakah dari Jerome Polin? Apakah dari Instagram ?
Jawabannya pasti Jerome Polin dan Instagram. Itupun karena Jerome Polin alumni Zenius bukan youtuber yang sengaja di endorse seperti Ruangguru.

Oleh karena itu zenius melakukan strategi yang tidak terlalu merogoh kocek dengan menggratiskan 80.000 video untuk meningkatkan jumlah penggunanya dan merebut hati orangtua dan anak ( mantap... zenius gratiskan video demi pendidikan Indonesia beda dengan Ruangguru). Itulah strategi zenius yang kalah cepat perkembangannya dengan Ruangguru yang sudah ekspansi ke Vietnam.

Jadi sekali lagi strategi pemasaranlah yang membedakan keduanya. Silakan dipilih yang mana yang paling baik menurut kalian sebagai sarana pendidikan berbasis online.

Semoga bermanfaat

Nur Muhammad Al Amin

April 11, 2020 - tanpa komentar

Related Posts