5 Kesalahan Kecil Ini, Menjadi Penyebab Peristiwa Besar

Terkadang kita menganggap enteng atau remeh kesalahan kecil yang kita perbuat, dengan kesalahan yang dianggap enteng itu malah timbul masalah besar yang kita tidak menyangkanya.

Tahukah Anda, kesalahan kecil dalam sejarah dunia berikut ini telah menjadi penyebab munculnya masalah yang sangat besar. Berikut ini adalah 5 fakta kesalahan kecil yang menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa besar.

1. Tembok Berlin runtuh karena salah persepsi.


Seperti Korea Utara dan Korea Selatan saat ini, hubungan Jerman Timur dan Jerman Barat pernah sangat tidak baik, sebelum bersatu dahulu orang dari Jerman Timur tidak pernah bisa seenaknya menemui keluarga mereka yang berada di Jerman Barat. 

Namun, ketika ada seorang politisi asal Jerman Timur yang menjelaskan mengenai perubahan mengenai peraturan tersebut pada sebuah konferensi pers pada tahun 1989, banyak warga yang salah persepsi atau mengira apa yang diucapkan oleh politisi adalah penghapusan pelarangan perjalanan ke Jerman Barat.

Ketika politisi tersebut ditanya kapan pelarangan itu dihapuskan, dengan tenangnya dia menjawab, “sesegera mungkin”. Apa yang terjadi setelah ucapan ringannya tersebut?  Tak berapa llama kemudian, penduduk Jerman Timur berbondong-bondong menyeberangi dan merusak tembok tersebut karena salah persepsi atas ucapan sang politisi itu.

2. Konstantinopel takluk dari Ottoman karena gerbang lupa dikunci



Konstantinopel atau kini dikenal dengan nama Istanbul yang berada di Turki adalah bekas wilayah kekaisaran Byzantium yang ditaklukkan oleh Kekaisaran Ottoman dibawah Sultah Mehmed II, kota yang menjadi impian setiap penguasa untuk menaklukannya itu sangat kuat dan tangguh pada masanya.

Namun, siapa menyangka kalau Konstantinopel yang terkenal kokoh bagai benteng besi yang sulit ditembus ternyata dapat dihancurkan oleh Kerajaan Ottoman dari Turki pada tahun 1453. Masalahnya ternyata sangat sepele, pihak Ottoman berhasil menyerang melalui salah satu gerbang yang lupa dikunci oleh penjaga.

3. Salah terjemah menjadi penyebab Hiroshima dan Nagasaki dibombardir sekutu


Setelah serangan dadakan Jepang di markas AL Amerika di Hawai (Peral Harbour) Minggu pagi 7 Desember 1941, Amerika dan sekutunya akhirnya membalas Jepang dengan meluluhlantakkan 2 kota di Jepang pada tahun 1945. 

Deklarasi Postdam yang ditulis tahun 1945 isinya meminta Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Perdana Menteri Jepang pada saat itu membalasnya dengan kata “mokusatsu” yang artinya “no comment” sebelum membuat keputusan resmi Jepang atas memo dari Amerika dan sekutunya. Namun, karena kesalahan translate , akhirnya berbuah bencana.

Kata "mokusatsu" ternyata memiliki dua arti dalam Bahasa Inggris yaitu “cuekin aja”. Dengan demikian,  Presiden Truman saat itu yang menerima surat yang ternyata adalah terjemahan kedua yang artinya, "cuekin aja" bukan "no coment" seperti maksud Perdana Menteri Jepang.  Alhasil 10 hari kemudian Amerika Serikat dan sekutunya menjatuhkan bom atom  ke Nagasaki dan Hiroshima.

4. Karena Kesombongan Napoleon membuat Rusia gagal dikuasai


Yang ini cukup unik,  tentara Perancis berencana ekspansi untuk menguasai Rusia pada bulan Juni 1812. Nah, si Jenderal Napoleon Bonaparte ini dengan pedenya yakin kalau dia dapat menguasai Kekaisaran Rusia hanya dalam waktu 20 hari saja. Oleh karena itu, dia hanya membawa 600 ribu bala tentara dengan persedian logistik makanan hanya untuk 30 hari. 

Perancis memang sempat berhasil memukul mundur Rusia, namun Rusia tak mau kalah dan menyerah begitu saja terhada Perancis. Russia pun melakukan perlawanan dengan startegi membakar lahan panngan mereka sampai musim dingin tiba. Karena kedinginan, kelaparan, dan kelelahan, sekitar 100 ribu tentara yang tersisa terpaksa mundur kembali ke Perancis dengan kekalahan. 

5. Kekuatan super Popeye bermula karena kesalahan penulisan tanda "koma"


Anda penggemar serial kartun? Sama saya dan kita semua pasti punya serial kartun favorit. Jika demikian, pasti ingat dengan karakter "Popeye" yang tiba-tiba kuat karena makan sayur bayam kan? 

Ternyata ada kisah dibalik kekuatan super milik Popeye tersebut, dan ternyata hal tersebut disebabkan oleh kesalahan dari seorang ahli kimia yang berasal dari Jerman, yang lupa mencantumkan tanda koma pada saat menuliskan kandungan zat besi pada bayam di tahun 1870 . Bayam yang seharusnya mengandung zat besi sebesar 3,5 mg/100g malah ditulis 35 mg/100g.

Lalu apa hubungannya dengan Popeye? Didukung dengan fakta ilmiah hasil riset ahli kimia Jerman tersebut tentang tingginya kandungan zat besi pada bayam, serta boomingnya film Popeye yang menggunakan bayam sebagai sumber kekuatannya menyebabkan penjualan sayur bayam meningkat pesat.

Nah, itulah 5 Kesalahan Kecil yang bisa berdampak pada terjadinya peristiwa besar. Jadi sekali lagi jangan suka ngeremehin hal kecil, apalagi jika hal besar yang diremehin bisa kiamat. 


Nur Muhammad Al Amin



April 18, 2020 - tanpa komentar

Related Posts