Wabah Penyakit Terbesar Sepanjang Sejarah Ini Nyaris Musnahkan Satu Bangsa

Diorama Suku Aztec

Belakangan ini dunia digemparkan adanya wabah mematikan di China, virus yang dikenal sebagai Corona tersebut muncul pertama kali di Wuhan salah satu Provinsi di China.

Hingga saat ini wabah tersebut telah menyebabkan kurang lebih seribu orang yang meninggal dunia, ratusan ribu orang dikarantina, kerugian secara ekonomi yang tak terhitung. Banyak negara yang membatalkan kerjasama jangka pendek dengan China karena khawatir epidemi Corona menyebar luas ke negeri mereka.

Jika dilihat dari jumlah korban, Corona merupakan salah satu wabah yang cukup serius di abad ini. Sebelumnya juga pernah ada wabah asma yang dikenal dengan SARS yang juga cukup besar dampaknya bagi masyarakat dunia.

Namun demikian, jauh sebelumnya tepatnya di abad pertengahan ada wabah yang sangat besar yang nyaris memusnahkan suatu bangsa. Yah, tepat sekali jika wabah penyakit yang satu ini adalah salah satu wabah terbesar sepanjang sejarah dunia.

Pada tahun 1520–1521 penyakit Variola merebak di kota Tenochtitlan dan menjadi penyebab jatuhnya kota tersebut. Peristiwa tersebut menimpa suku Aztec yang hidup di kawasan Meksiko pada abad ke-13 sampai abad ke-15 Masehi. Apa penyebab keruntuhan peradaban mereka pada abad ke-16?

Di tahun 1519, Spanyol datang menjajah wilayah Kerajaan Aztec dipimpin oleh Conquistador Hernando Cortés. Saat Spanyol datang ke wilayah tersebut, jumlah penduduk asli diperkirakan berjumlah sekitar 25 juta jiwa.

Ternyata tidak hanya menjajah, kedatangan Spanyol juga membawa malapetaka berupa wabah penyakit baru yang sebelumnya tidak pernah mereka hadapi. Karena penduduk asli Aztec tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit baru dari benua Eropa ini, akibatnya populasi mereka menurun drastis.

Setelah itu, terjadi epidemi besar yang disebut cocoliztli yang berarti 'wabah' dalam bahasa asli Aztec. Peristiwa cocoliztli terjadi dua kali disana, yaitu tahun 1545 dan 1576, yang menewaskan 7–18 juta penduduk yang tinggal di daerah dataran tinggi Meksiko tersebut.


Dalam kasus ini memang tidak sampai memusnahkan 100%, penduduk suku Aztec tetapi cukup signifikan bahkan besar di masa itu bahkan hingga saat ini belum ada wabah penyakit yang menyamai rekor tersebut. Wabah penyakit ini tercatat mengurangi populasi bangsa Aztec dari 25 juta penduduk hingga menjadi 1 juta penduduk. 


Belakangan, berdasarkan hasil penelitian dengan metode sekuensing DNA dari sample gigi 24 jasad penduduk, diketahui penyebab epidemi besar tersebut adalah bakteri Salmonella enterica Paratyphi C.

Semoga informasi ini bermanfaat, jika suka silakan berbagi info ini. 


Nur Muhammad Al Amin

February 10, 2020 - tanpa komentar

Related Posts