Mengenal Empat Ratu Bulutangkis Eropa

Dunia Bulutangkis terkhusus putri selama beberapa dekade ini dikuasai pemain-pemain dari Asia, khususnya Asia Timur seperti China, Jepang dan Korea. Namun tahukah Anda jika di Eropa yang terkenal dengan sepakbola lahir beberapa pemain hebat yang kini jadi legenda hidup. Prestasi mentereng mereka mampu mendobrak dominasi putri-putri Asia dan dunia. 

Berikut Empat Legenda hidup atau Ratu Bulutangkis Eropa 

1. Tine Rasmunssen


Lahir di Harsholm, Denmark, 40 tahun lalu, Tine Rasmussen sukses menembus persaingan tunggal putri dunia yang kala itu didominasi oleh pemain Asia Timur. Pun menjelang masa pensiunnya, Tine masih menghuni jajaran 10 besar dunia di tengah serbuan para daun muda China, yang didominasi oleh Marga Wang.

Di turnamen All England, pemain 181 cm ini sukses mencatatkan namanya sebagai peraih tiga gelar turnamen tertua itu. Mengalahkan Lu Lan di final 2008, Tine kembali meraih piringan All England di edisi 2010, setelah menang atas Wang Yi Han, dan di tahun terakhirnya berkarir, 2013, saat ia memupuskan asa Rising Star asal Thailand saat itu, Ratchanok Intanon.

Meski tak sekalipun menyabet medali di pentas Olimpiade, namun Tine tetaplah legenda di mata publik Denmark dan Eropa.


2. Mia Audina (Belanda) 


Merupakan pemain migran asal Indonesia, yang sukses mengangkat nama Negeri Kincir Angin di jagat bulutangkis.

Mia Audina Tjiptawan, mutiara Indonesia yang harus terbang di bawa hembusan angin, jauh, hingga mendarat di Belanda. Suksesnya membawa negera barunya ke final Uber Cup 2006,  dimana saat itu, Indonesia malah gagal lolos kualifikasi membuat dirinya dikenang di mata pecinta bulutangkis Belanda.

Sebelumnya, di pentas Olimpiade, di Athena, Yunani, Mia mengulang suksesnya merebut perak. Bukan untuk Indonesia, melainkan untuk Belanda.

3. Camilla Martin (Denmark) 


Merupakan tunggal putri Denmark satu-satunya yang sukses mengawinkan gelar All England dan Kejuaraan Dunia.

Camilla Martin, menjadi pemain Denmark paling sukses sepanjang sejarah. Selain gelar All England di tahun 2002 dan emas Kejuaraan Dunia 1999, dirinya juga sukses merebut satu keping medali dari Olimpiade. Di Sydney, Australia, tahun 2000, di edisi ke-3 bulutangkis mentas di ajang empat tahunan ini, Camilla menggagalkan misi sapu bersih tunggal putri China. Meski gagal meraih emas, namun raihan peraknya ini membuat namanya ditulis sebagai pemain putri Eropa paling sukses.

4. Carolina Marin (Spanyol) 


Entah formula seperti apa yang dimiliki negeri Matador ini, hingga memiliki pebulutangkis dengan nama sebesar Carolina Marin.

Carolina Marin, layaknya Cinderella yang ada di kisah fiksi. Hadir dari negara nomor sekian dalam bidang tepok bulu, berkat kerja keras, tekad kuat, serta mimpi besar. Dirinya sukses menjelma jadi ratu bulutangkis dunia. Dengan satu gelar All England, tiga keping emas Kejuaraan Dunia, dan emas Olimpiade, Carolina Marin menjadi legenda Spanyol, Eropa, dan Dunia.

Sejatinya ada beberapa nama pemain Eropa yang juga mampu menembus persaingan dunia. Ada Juliane Schenk (Jerman), Pi Hong Yan (Prancis), atau pemain China yang bermigrasi ke Belanda. Namun di antara mereka, belum ada yang menurut saya mampu menemani empat legenda hidup di atas.


Nur Muhammad Al Amin

February 24, 2020 - tanpa komentar

Related Posts