Antara Halalnya Islam dan Kosher Yahudi

Kata halal sudah tidak asing lagi bagi masyarakat muslim, hampir di setiap negara berpenduduk mayoritas muslim, label atau sertifikat halal bahkan dianjurkan untuk melindungi kaum muslimin agar terbebas dari makanan atau minuman yang terlarang oleh syariat. Bahkan, banyak negara yang minoritas muslim pun sudah mengakomodasi label halal untuk berbagai produk mereka yang akan dipasarkan di negara berpenduduk mayoritas muslim.


Lantas apakah pernah mendengar kata Kosher? Yah, kosher adalah ajaran agama Yahudi yang mengatur tentang makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi oleh kalangan Yahudi. Di negara-negara Eropa dan Amerika bahkan mewajibkan produk dan restoran mencantumkan label kosher untuk melindungi kaum Yahudi dari makanan dan minuman yang dilarang agama mereka.


Sering sekali orang menyamakan konsep halal milik Islam dan kosher punya Yahudi, dalam beberapa hal memang ada kesamaan dan kemiripan, tapi dalam beberapa hal juga ada perbedaan antara kedua konsep atau aturan tentang makanan dan minuman tersebut.

Ada beberapa perbedaan maupun kesamaan antara kedua konsep dari kedua agama samawi tersebut. Berikut saya coba merangkum persamaan maupun perbedaannya.


  1. Persamaan Halal dan Kosher

Kedua agama ini adalah agama samawi yang diturunkan pada para nabi, dalam kedua ajaran ini juga terdapat banyak kesamaan seperti nama para nabi dll, begitu juga dengan konsep atau aturan makan minum ini memiliki persamaan 
diantaranya adalah sebagai berikut : 
  • Sama-sama menjalankan perintah dari kitab suci masing-masing , artinya sama-sama menjalankan dan menghindari apa yang dilarang Al-Qur'an dan Talmud. 
  • Kedua agama ini sepakat tentang larangan makan babi 
  • Konsep Halal maupun Kosher sama melarang makanan dari hewan yang tidak disembelih, sama melarang mengkonsumsi hewan yang mati tercekik, dibunuh, atau terbunuh tanpa melalui tata cara sembelihan menurut ajaran agamanya.
  

  2. Perbedaan Halal dan Kosher


Walaupun ada persamaan dalam konsep halal dan kosher, tapi ada juga perbedaan antara kedua konsep tersebut diantaranya adalah : 
  • Jika dalam Islam dengan konsep halalnya membolehkan semua hewan laut untuk dikonsumsi, maka tidak dengan kosher milik Yahudi, hewan bersisik seperti udang, cumi dan beberapa hewan lainnya itu tidak"kosher" bagi kalangan Yahudi. 
  • Jika dalam Islam semua minuman beralkohol itu haram alias tidak halal, namun anggur adalah kosher atau halal bagi masyarakat Yahudi.
  • Kelinci adalah hewan yang dilarang bagi Yahudi tapi halal menurut Islam
  • Semua daging yang telah disembelih sesuai syariat agama halal dalam Islam, namun dalam Yahudi daging yang tercampur dengan susu adalah tidak "kosher" .
Demikian sedikit informasi tentang halal dalam Islam dan kosher dalam ajaran Yahudi. Jadi, kesimpulannya apa yang halal menurut Islam tapi belum tentu Kosher bagi Yahudi, begitu juga sebaliknya. Jadi jangan sampai melihat ada label Kosher sebagai muslim jangan sampai menganggap itu sebagai makanan yang halal. 

Nur Muhammad Al Amin


September 13, 2019 - tanpa komentar

Related Posts