5 Modus Korupsi di Kalangan Mahasiswa



Selama ini yang menjadi koruptor yang kita ketahui kebanyakan dari kalangan politis dan pejabat, baik dari tingkatan terbawah hingga petinggi negeri sering sekali menjadi incaran bahkan jadi tersangka Lembga Anti Rasuah. Ada yang ditangkap basah, ada juga yang dilaporkan. Kebanyakan akhirnya dijebloskan ke penjara.

Judul artikel kali ini cukup menarik, mahasiswa yang konon adalah agen perubahan, dan menjadi generasi penerus bangsa, sudah seharusnya menyadari kalau korupsi adalah tindak kejahatan yang merugikan banyak orang dan negara. Selama ini mahasiswa juga dikenal sebagai kelompok yang kritis terhadap isu korupsi di kalangan pejabat dan politisi. Namun, dalam keseharian mahasiswa entah disadari atau tidak, malah telah terjadi praktek-praktek yang mengarah kepada korupsi, dengan berbagai modus mahasiswa kerap melakukan kegiatan yang mengarah ke tindakan korupsi.

Apa saja modus-modus korupsi yang kerap dilakukan oleh mahasiswa? 


Berikut saya akan paparkan 5 modus korupsi di kalangan mahasiswa. Ini adalah fakta yang diungkap oleh KPK dalam sebuah riset internal mereka yang disampaikan seorang Komisioner KPK saat memberikan kuliah umum yang digelar di Gedung Soetardjo Kampus Universitas Jember, Jawa Timur dengan tema "Integritas Pemuda Sebagai Pemimpin Pemberantasan Korupsi di Indonesia". Dalam kuliah umum tersebut Saut Situmorang menyampaikan setidaknya ada 5 Modus Korupsi yang ditemukan dalam hasil riset KPK di kalangan mahasiswa. Survey tersebut dilaksanakan di beberapa kampus besar di Indonesia.

Berikut 5 Modus Korupsi di Kalangan Mahasiswa :

1. Terlambat Kuliah

Yang pertama ini saya yakin hampir semua mahasiswa pernah melakukannya, sebenarnya manusiawi jika sekali-kali kita telat masuk kampus, apalagi jika disertai dengan alasan yang benar. Namun, jika hal ini terjadi terus menerus dan dengan alasan tugas kampus yang belum kelar, atau karena begadang dan nongkrong tengah malam di kosan, hal ini akan berdampak buruk pada terlatihnya kebiasaan mengkorupsi waktu. Tentu saja ini adalah kebiasaan buruk yang seharusnya bisa dicegah untuk dilakukan mahasiswa, bagaimana bisa menjadi agen perubahan jika membiasakan diri untuk disiplin saja sulit dilakukan.

2. Titip Presensi Pada Teman

Yang kedua ini adalah kebiasaan buruk yang sering sekali dilakukan mahasiswa, ini sebenarnya masih ada hubungan dengan point pertama diatas, malamnya begadang, bangun terlambat akhirnya sebelum tidur di pagi hari, masih sempat menitip pesan kepada teman kelasnya untuk mengisi daftar hadir atau presensi. 

3. Memberikan Hadiah/ Gratifikasi Ke Dosen 

Nah, poin ketiga ini adalah hal yang sangat dikhawatirkan akan terjadi pada mahasiswa, jika point pertama dan kedua diatas dilakukan secara intens, tidak menutup kemungkinan point ketiga ini akan dilakukan mahasiswa, nilai tidak memuaskan akan didapat, celakanya bukannya memperbaiki malah timbul niat untuk melakukan tindakan yang mengarah kepada korupsi. Yah, dengan bekal beberapa bingkisan bahkan terkadang uang, mahasiswa akan mendatangi rumah dosen untuk melakukan praktek gratifikasi ini, biasanya setelah dikasih bingkisan bapak dosen yang mulai terkadang ikut melakukan prkatek selanjutnya, yang memberikan tugas kepada mahasiswa dengan membeli diktat atau buku-buku milik mereka, yah tentu saja dengan imbalan perbaikan nilai mahasiswa bersangkutan. 

4. Proposal Palsu dan Markup Anggaran 

Kebiasaan buruk ini sering dilakukan mahasiswa, terutama dalam rangka kegiatan kemahasiswaan atau kegiatan lembaga atau organisasi yang digelutinya. Proposal palsu sudah tidak asing lagi dikalangan mahasiswa, bahkan ada juga yang benar-benar palsu. Kegiatan fiktif juga sering terjadi, namun perlu ditekankan tidak semua mahasiswa melakukan kegiatan fiktif atau proposal palsu, ini biasanya dilakukan oknum mahasiswa. Sedangkan markup anggaran ini adalah sesuatu yang sudah dianggap biasa yang dilakukan kalangan mahasiswa saat penyusunan anggaran kegiatan atau proposal penelitian. 

5. Penyalahgunaan Dana Beasiswa 

Modus yang terakhir ini adalah modus korupsi yang sering sekali dilakukan mahasiswa, terutama penerima beasiswa. Dana beasiswa yang seharusnya dipakai untuk biaya perkuliahan kadang malah dipakai untuk hangout, beli gadget baru dan traktir teman-temannya. Akhirnya minta lagi ke orang tua. Nah, masih beruntung jika sttatus penyandang beasiswanya tidak dicabut, jika sampai beasiswa dicabut, orang tua angkat tangan akhirnya kuliah gak kelar-kelar.

Itulah 5 Kebiasaan buruk mahasiswa yang biasanya menjadi modus untuk melakukan korupsi, fakta-fakta yang terungkap dari riset KPK ini jia tidak segera disadari kemungkina besar ini akan menjadi benih-benih yang akan mendarah daging saat mahasiswa kelak sudah terjun ke masyarakat, atau ketika menjadi politisi atau petinggi negeri. 


Nur Muhammad Al Amin

 

August 31, 2019 - tanpa komentar

Related Posts