5 Destinasi Wisata Tsunami Aceh


Bencana tsunami di Aceh 26 Desember 2004 lalu masih menyisakan bekas di Tanah Rencong. Betapa tidak, tsunami setinggi 30 meter yang diawali gempa berkekuatan 9,0 SR tersebut meluluhlantakkan sebagian besar wilayah di pesisir barat pulau Sumatera, dampak terbesar adalah di provinsi Aceh yang memakan korban jiwa lebih dari 400.000 orang.

Kini setelah 15 tahun berlalu, napak tilas kejadian tsunami tersebut sudah dapat dinikmati masyarakat, baik warga lokal Aceh, maupun warga Indonesia dan wisatawan asing. Saat ini pemerintah setempat telah memoles beberapa lokasi bekas kejadian menjadi destinasi wisata baru yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Berikut ini ada 5 tempat atau destinasi wisata pasca tsunami Aceh yang bisa Anda kunjungi :

1. Museum Tsunami Aceh



Museum yang dirancang Ridwan Kamil (sekarang Gub.Jabar) ini diresmikan pada tahun 2008. Museum yang berlokasi di jalan Iskandar Muda Banda Aceh ini berisi foto-foto kondisi kota Banda Aceh setelah kena bencana tsunami. Ada pula ruangan yang berisi nama-nama korban.

Di Museum ini pengunjung seaolah dibawa kembali ke masa-masa terjadinya tsunami 2004. Lorong gelap menjadi pintu masuk. Museum dibuat gelap dengan air yang memercik keluar dari dinding, yang seakan menggambarkan suasana mencekam saat tsunami terjadi.

2. Masjid Raya Baiturrahman



Saat tsunami menerjang Aceh, masjid Baiturrahman menjadi tempat ibadah yang selamat dari hempasan gelombang dahsyat dari samudera Hindia tersebut. Bahkan masjid ini menjadi tempat berlindung bagi sebagian warga Banda Aceh saat itu. Masjid yang berada di tengah kota Banda Aceh ini dibangun pada masa Kesultanan Aceh di tahun 1612, tepatnya saat kesultanan dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda.

Masjid yang terkenal dengan keindahan kolam taman yang luas, serta ukiran cantik sejak era kesultanan hingga masa penjajahan Belanda ini menjadi saksi dan penyelamat warga yang berlindung didalam saat terjadi tsunami. Walau usia bangunannya sangat tua namun masjid ini menjadi sejarah atas dahsyatnya gelombang tsunami. Jika ingin berkunjung ke masjid megah ini silakan datang ke Banda Aceh NAD, tepatnya di Jalan Masjid Raya.

3. Monumen Aceh Thanks to the World

Monumen ini berdekatan dengan Museum Tsunami Aceh. Pasca bencana banyak orang dari berbagai negara yang datang memberi bantuan ke Aceh. Tak hanya LSM, tapi ada juga militer hingga perusahaan swasta yang ikut datang membantu dam merekonsiliasi dampak bencana di Aceh.


Monumen ini dibangun sebagai pertanda ucapan terima kasih Aceh kepada relawan yang datang dari berbagai belahan dunia.  Lokasi monumen ini berada di Lapangan Blang Padang yang ketika tsunami terjadi terkena dampak yang sangat parah. Monumen yang berornamen putih ini memuat informasi tentang petistiwa tsunami Aceh 2004.

4. Kapal Apung Lampulo



Ini adalah sebuah kapal nelayan yang terseret hingga tiga kilometer dan mendarat di rumah seorang penduduk Gampong Lampulo. Kapal kayu sepanjang 18 meter tersebut  kini menjadi objek wisata baru di  di Gampong Lampulo kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Tempat ini termasuk daerah yang terkena dampak yang sangat parah saat tsunami melanda. Kapal tersebut terhempas dan terdampar diatas rumah seorang warga yang belakangan diketahui bernama ibu Abasiah.

5. PLTD Apung

Tak berbeda dengan Kapal Apung Lampulo. Ini adalah sebuah kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung yang teseret gelombang dahsyat saat tsunami terjadi. Kapal seberat 2600 ton tersebut terhempas hingga 5 kilometer dari Pantai Ulee Lheue.


Saat ini kapal yang panjangnya 63 meter tersebut terdampar di Gampong Punge Blang Cut, Kota Banda Aceh. Sudah 15 tahun lamanya ia berada di desa tersebut. Dan saat ini menjadi objek wisata menarik yang banyak sekali dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kini kapal ini juga telah dijadikan Monumen peringatan tsunami, disekitar kapal malang ini juga telah dibangun taman edukasi yang lengkap dengan informasi mengenai bencana tsunami Aceh 2004.

Itulah 5 destinasi menarik di Aceh khususnya di Kota Banda Aceh pasca Tsunami dahsyat yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam 2004 silam.

Semoga bermanfaat dan menjadi referensi wisata Anda.

Nur Muhammad Al Amin

May 10, 2019 - tanpa komentar

Related Posts