Menakar Ketangguhan Google Plus Di Sosial Media "Bubar"?

Siapa yang tidak kenal raksasa dunia Google, nyaris semua orang mengenal mesin pencari terbesar di dunia tersebut. Sejak dilahirkan 4 September 1998, di Menlo Park, California, Amerika Serikat Goggle yang semula bernama Googol itu tumbuh pesat sebagai perusahaan besar."Googol" merupakan istilah matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Nama ini diambil untuk menjelaskan misi Google sebagai gudang informasi tak terbatas di internet. Pada 1997, Larry dan Sergey mengganti nama BackRub menjadi "Googol".Setelah satu dekade lebih akhirnya google bisa bertahan dan eksis hingga saat ini.

Jejaring Sosial G+ (Net)
Dalam perjalanan Google akhirnya secara resmi menjadi perusahaan pada 7 September 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California. Saat ini Googl. Dan kini menjadi peruasahaan penghasil jutaan dolar. Pada kuartal pertama tahun 2018 saja Induk Perusahaan Google telah mengumumkan pembukuan pendapatan sebesar 31,15 miliar dollar AS (sekitar Rp 433 triliun) dalam periode triwulan yang berakhir 31 Maret.Pendapatan ini naik 26 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu. Untuk pendapatan bersih yang diperoleh, Google sendiri meraup 9,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 47,2 triliun).

Google sendiri memilik beberpa aplikasi yang terintegrasi, cukup satu akun untuk semua kebutuhan, dimulai dari surat elektronik atau email, aplikasi play store, sistem pembayaran hingga sosial media. Seperti Google+ atau Google plus, sebuah aplikasi sosial media yang terintegrasi dengan satu akun google kita. Tujuh tahun sejak diluncurkan pada 2011, Google+ atau Google Plus boleh dibilang telah melalui banyak rintangan.Awalaya aplikasi jejaring sosial ini dipersiapakn untuk mengikuti dan menjadi pesaing ketat raja sosial media Facebook. Namun Google Plus sepertinya akan mengikuti jejak Google Buzz, Google Friend Connect, dan Orkut. Indikasi ini muncul karena persaingan yang begitu berat melawan platform lainnya seperti facebook.

Nasib yang diujung tanduk (net)

Belakangan rumor akan bubarnya Google+ semakin nyaring setelah Google sendiri menyebut bahwa proses penutupan Google Plus akan berjalan hingga kurun waktu 10 bulan ke depan.Sebagaimana yang dikutip Jawapos dari laman NewYork Times(10/10/2018) bahawasnnya
hal tersebut dilakukan Google sebagai upaya atas ditemukannya kerentanan atau bug keamanan yang mengekspos data pribadi hingga 500 ribu pengguna.Laman NewYorkTimes juga menuliskan bahwa ada 438 aplikasi yang dibuat perusahaan lain kemungkinan memiliki kerentanan melalui tautan pengkodean yang disebut sebagai application programming interfaces (API) atau antarmuka pemrograman aplikasi. Dari sana, pengembang luar tersebut dapat melihat nama pengguna, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin, dan usia. Namun Google membantah alasan tersebut.

Semoga saja tetap eksis
Terlepas dari masalah keamanan dan bug di Google+, jejaring sosial ini memang terbilang kurang greget dan sukses. Jumlah pengguna media sosial tersebut juga banyak disebut sudah semakin sepi dengan 90 persen pengguna Google Plus hanya aktif selama kurang dari lima detik saja dalam platform tersebut.Saya sendiri jarang sekali mengakses jejaring sosial tersebut selain kurang paham dengan cara memakainya, saya memang hanya menggunakan fasilitas ini untuk menyebarkan artikel-artikel yang saya tulis dari blogspot yang memang saya setting secara otomatis mengirim postingan setelah mempublish artikel tersebut di blog.

Kita lihat saja dalam kurun setahun kedepan apakah google+ akan mengikuti jejak Friendster dan Path, atau masih tetap merangkak memaksakan diri dalam ketiak raksasa dunia Google.



Nur Muhammad Al Amin



ebesar 31,15 miliar dollar AS (sekitar Rp 433 triliun) dalam periode triwulan yang berakhir 31 Maret.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendapatan Perusahaan Induk Google Raup Rp 400 Triliun", https://tekno.kompas.com/read/2018/04/24/18303147/pendapatan-perusahaan-induk-google-raup-rp-400-triliun.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Reza Wahyudi
Induk perusahaan Google, Alphabet, mengumumkan pendapatan mereka pada kuartal pertama tahun 2018. Alphabet membukukan pendapatan sebesar 31,15 miliar dollar AS (sekitar Rp 433 triliun) dalam periode triwulan yang berakhir 31 Maret. Pendapatan ini naik 26 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu. Untuk pendapatan bersih yang diperoleh, Google sendiri meraup 9,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 47,2 triliun).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendapatan Perusahaan Induk Google Raup Rp 400 Triliun", https://tekno.kompas.com/read/2018/04/24/18303147/pendapatan-perusahaan-induk-google-raup-rp-400-triliun.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Reza WahyudiP
pada kuartal pertama tahun 2018. Alphabet membukukan pendapatan sebesar 31,15 miliar dollar AS (sekitar Rp 433 triliun) dalam periode triwulan yang berakhir 31 Maret. Pendapatan ini naik 26 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu. Untuk pendapatan bersih yang diperoleh, Google sendiri meraup 9,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 47,2 triliun).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendapatan Perusahaan Induk Google Raup Rp 400 Triliun", https://tekno.kompas.com/read/2018/04/24/18303147/pendapatan-perusahaan-induk-google-raup-rp-400-triliun.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Reza Wahyudi
pada kuartal pertama tahun 2018. Alphabet membukukan pendapatan sebesar 31,15 miliar dollar AS (sekitar Rp 433 triliun) dalam periode triwulan yang berakhir 31 Maret. Pendapatan ini naik 26 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu. Untuk pendapatan bersih yang diperoleh, Google sendiri meraup 9,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 47,2 triliun).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendapatan Perusahaan Induk Google Raup Rp 400 Triliun", https://tekno.kompas.com/read/2018/04/24/18303147/pendapatan-perusahaan-induk-google-raup-rp-400-triliun.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Reza Wahyudi

pada kuartal pertama tahun 2018. Alphabet membukukan pendapatan sebesar 31,15 miliar dollar AS (sekitar Rp 433 triliun) dalam periode triwulan yang berakhir 31 Maret. Pendapatan ini naik 26 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu. Untuk pendapatan bersih yang diperoleh, Google sendiri meraup 9,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 47,2 triliun).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendapatan Perusahaan Induk Google Raup Rp 400 Triliun", https://tekno.kompas.com/read/2018/04/24/18303147/pendapatan-perusahaan-induk-google-raup-rp-400-triliun.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Reza Wahyudi
pada kuartal pertama tahun 2018. Alphabet membukukan pendapatan sebesar 31,15 miliar dollar AS (sekitar Rp 433 triliun) dalam periode triwulan yang berakhir 31 Maret. Pendapatan ini naik 26 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu. Untuk pendapatan bersih yang diperoleh, Google sendiri meraup 9,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 47,2 triliun).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendapatan Perusahaan Induk Google Raup Rp 400 Triliun", https://tekno.kompas.com/read/2018/04/24/18303147/pendapatan-perusahaan-induk-google-raup-rp-400-triliun.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Reza Wahyudi
loading...
Menakar Ketangguhan Google Plus Di Sosial Media "Bubar"? Menakar Ketangguhan Google Plus Di Sosial Media "Bubar"? Reviewed by Nur Muhammad Al-Amin on November 08, 2018 Rating: 5
Powered by Blogger.
loading...