Apakah Ini Matahari Yang Sama?


Lampu dikamarku padam
Bukan aku yg memadamkannya
Tapi waktu, iya usianya telah termakan waktu
Hmm, cuma apakah sepenuhnya salah waktu?
Bukankah kalau lampu itu bukan buatan China
tentunya dia agak lama? Itu hukum pasar

Tapi apakah itu Salah Asal muasalnya?
Ataukah salah saya yg tak bisa membuat satu seperti itu?
Atau mungkin salah saya yg tidak mampu mendatangkan merk aslinya dg harga semurah merk Ta' Kashi Murah?

Entahlah
Tapi aku masih bertanya tanya
matahari yg hari ini apakah ia yg kemarin?
Sementara namanya terus berubah
Kalaupun sama mengapa kehangatannya terus berubah?

Atau apakah cuma di negeriku saja yg suhu mataharinya akan memanas setiap mendekati hari hari pemilu?
Ia juga sangat mempengaruhi suhu tubuh dan perasaan

Gelap kamarku ini tentunya bukan salah matahari
Ini mungkin salah mataku yg tak mampu Mandang cahaya matahari
Dan sepertinya karena terlalu lama gelap
aku baru sadar ternyata tetanggaku banyak yg orang lain

Dan matahari itu tetap sama, yg beda adalah mataku dan mata tetanggaku
Mataku baru bisa sipit saat melihat matahari. Tapi mata mereka terus sipit kapan saja.
Dan mata itu semakin banyak.

Aku tidak suka mereka, mereka tidak pernah mampu melihat gelapnya kamarku.
Beda dgn tetanggaku yg dulu.
Saat aku ingin pindah ke Mikarta yg lebih terang. Ternyata itu negeri mereka meski berada di Tanahku.

Ah... Seandainya lampu di negeriku
Gratis seperti cahaya matahari
Tentunya kamarku tak akan segelap ini
Ataukah kalau ada bagi bagi cahaya saat pemilu
Masyarakat tentu tak akan mencoblos dalam bilik yg pekat pilu
Tapi, ada banyak KTP yg tidak bertuan
Katanya salah saat percetakan
Mungkin ini akibat dari mati lampu di kamarku

Tapi Alhamdulillah saat ini sudah banyak jalan yg terbuka
Meski dapur dapur semakin murka
Banyak perut yg tak lagi lapar
Karena minum racun kalajengking lalu terkapar
Banyak sawah yang dipenuhi sawi
Karena atas dasar instruksi
Banyak pegawai yg naik gaji
Karena tahun ini negeriku lagi baik hati
Meski korban begal harus jadi saksi lalu disangsi
Saya tetap berharap kepada sang matahari
Agar tetap menyinari meski banyak lampu yg mati


Abdurrahman Hasan

June 01, 2018 - tanpa komentar

0 komentar untuk Apakah Ini Matahari Yang Sama?.