Fenomena Asgardia, Negara Baru Luar Angkasa

Pernah mendengar Asgardia? Yah, akhir-akhir ini Asgardia ramai diperbincangkan khalayak ramai, terutama di dunia maya. Asgardia saat ini juga sedang gencar mempromosikan dunia baru yang disebutnya negara masa depan, melalui akun sosial media mereka berusaha untuk merekrut anggota untuk menjadi warga negara Asgardia, yang biasa disebut Asgardian.

Menurut laman Wikipedia,  Asgardia, secara resmi disebut Space Kingdom of Asgardia, adalah proposal pendirian negara yang diumumkan pada tanggal 12 Oktober 2016 oleh Igor Ashurbeyli, pendiri Aerospace International Research Center dan Ketua Komite Luar Angkasa UNESCO. Negara yang diusulkan tersebut dimaksudkan untuk membuka akses ke luar angkasa, bebas dari kendali negara-negara yang ada, untuk diakusi sebagai sebuah negara berdaulat.
Lambang negara Asgardia (Asgardia.space)
Negara Asgardia sendiri adalah sebuah negara luar angkasa yang dicita-citakan untuk keluar dari campur aduk dan masalah negara-negara konvensional di muka bumi, negara ini didirikan dengan mengambil inspirasi dari sembilan mitologi Norse yang dihuni oleh para dewa. Negara ini menghendaki agar warga negara Asgardia yang mengikuti pendaftaran agar mengonfirmasi pendiri yang tak lain adalah Ketua Komite Luar Angkas Unesco agar menjadi Kepala Bangsa dibawah panji Space Kingdom Of Asgardia. Menurut pendiri Asgardia Igor Ashurbeyli perlahan-lahan negara baru ini juga akan menganut sistem demokrasi, layaknya negara-negara yang ada di dunia saat ini.

Hingga saat ini sudah banyak warga negara dari berbagai belahan dunia sudah mengajukan diri menjadi bagian dari warga negara Asgardia, tercatat RRC atau China menempati posisi teratas sebagai negara dengan peminat terbanyak, disusul  Amerika Serikat, Turki, Brazil, Inggris Raya, Italia, Mexico dan India serta Kolombia dan Russia. Jumlah peminat hingga saat ini masih belum bisa dipastikan, karena pendaftar yang mengajukan diri cukup tingi, selain itu pihak Asgardia juga memberlakukan sistem yang cukup ketat untuk merekrut  calon penghuni negara baru tersebut.

Untuk warga negara Indonesia yang menjadi peminat hingga akhir 2017 sudah tercatat hampir 20.000 orang yang mendaftarkan diri menjadi Asgardian.Lalu apa saja keuntungan dan kerugian yang akan dialami oleh peminat terutama warga negara Indonesia yang menjadi warga negara Asgardia?
Seperti yang dikutip dari Travel Wire News yang dilansir oleh CNN Indonesia.

Ilmuwan Rusia bernama Igor Ashurbeyli yang menjadi inisiator ingin menjadikan Asgardia sebagai negara pluralisme yang kaya akan budaya, suku dan bahasa yang mungkin cocok bagi penduduk Indonesia. Asgardian juga bisa memilih presiden dalam lima tahun ke depan meski pada lima tahun pertamanya masih dipimpin oleh Ashurbeyli. Penduduk juga bisa memiliki pemerintahan daerah, memilih bendera negara, lagu kebangsaan dan lainnya. Penentuan akan dilakukan berdasarkan petisi yang harus ditandatangani lebih dari seribu penduduk.Selain itu, lahan pemukiman yang tak cukup di Bumi karena padatnya populasi juga akan menjadi perhatian di Asgardia. Ketika satelit Asgard-1 diluncurkan pada September tahun ini, satelit keduanya akan meluncur pada 2018 untuk memberikan jutaan rumah bagi Asgardian di luar angkasa.

Sedangkan potensi kerugian yang mungkin akan diderita oleh warga Indonesia yang menjadi Asgardian adalah, Pemerintah Indonesia tidak mengijinkan warganya memilkiki kewarganegaraan ganda. Sudah pasti jika terpilih menjadi warga negara Asgardia, maka status kewargenegaraan Indonesia akan hilang. Padahal sebagai Asgardian, statusnya hanya menjadi warga luar angkasa tetapi tetap menjadi penghuni bumi. Kerugian lainnya adalah hari libur dalam setahun menurut negara Asgardia hanya ada 3 hari yakni pada hari ulang tahun Asgardia tanggal 12 Oktober, tanggal 31 Desember serta Hari Persatuan Asgardia yakni pada tanggal 18 Juni. Selain itu Asgardia memiliki kalender yang berbeda yakni 13 bulan, tambahan bulan tersebut diletakkan di antara bulan Juni dan Juli bulan itu dinamakan Asgard. Dalam bulan tersebut hanya terdiri dari 28 hari atau tepat 4 minggu, hal ini tidak cocok dan akan merasakan perbedaan yang mencolok bagi pengguna kalender Gregorius seperti Indonesia.

Bagaimana? Apakah tertarik menjadi warganegara Asgardia? Saya sendiri masih mikir-mikir  untuk menjadi Asgardian, Berat Jadi Asgardian jadi Indonesian sajalah.


Nur Muhammad Al Amin

February 24, 2018 - tanpa komentar

0 komentar untuk Fenomena Asgardia, Negara Baru Luar Angkasa.