Pesona Puncak Ile Lewotolok

Gunung Lewotolo atau Gunung Ili Lewotolok atau Ile Ape menurut warga setempat,adalah gunung berapi stratovolcano yang terletak di bagian utara Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Di puncak gunung ini memiliki kawah besar menyerupai kaldera berbentuk bulan sabit yang disebut warga dengan nama "Metong Lamataro". Ini adalah bagian dari kawah lama Gunung Ile Lewotolo. Sebuah kerucut terbentuk dibagian tenggara Metong Lamataro sebagai puncak tertinggi Gunung Lewotolo saat ini.



Puncak Ile Lewotolo (Abdurrahman Hasan)


Kerucut tersebut memiliki lubang kawah aktif dipuncaknya dengan hembusan asap solfatara di hampir semua bagian kerucut. Solfatara berwarna kuning membara, hablur belerang hasil sublimasi banyak ditemukan di lerang timur, utara, dan selatan dari kerucut baru ini.Titik tertinggi dari gunung ini adalah 1.423 m (4.669 kaki) titik kordinatnya adalah 8°16′19″LS 123°30′18″BT / 8,272°LS 123,505°BT.

Fakta sejarah gunung Lewotolo atau Ile Lewotolok atau Ile Ape itu sudah beberapa kali mengeluarkan material sebagai akibat dari letusannya. Tercatat sejak tahun 1660 berlanjut tahun 1819 dan 1849. Tanggal 5 dan 6 Oktober 1852 terjadi letusan yang merusak daerah sekitarnya dan muncul kawah baru dan komplek solfatara di sisi timur-tenggara.

Pemandangan di puncak Ile Lewotolok, pict by, Abdurrahman Hasan
Letusan Gunung Lewotolo juga terjadi di tahun 1864, 1889 dan terakhir pada 1920 dikabarkan penduduk terjadi letusan kecil. Selanjutnya pada tahun 1939 dan 1951 terjadi kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Lewotolo. Letusan Gunung Lewotolo yaitu berupa lontaran lava pijar, abu, awan panas dan hembusan gas beracun.

Teranyar adalah pertengahan oktober 2017 terjadi lagi peningkatan aktifitas,mengakibatkan terjadinya letusan kecil disertai gempa, pemerintah setempat sempat menaikkan status gunung tersebut ke level siaga.

Disisi lain gunung Ile Lewotolok menghadirkan panorama Yang sangat memukau,bekas letusan semburan panas tidak mengurangi eksotisme gunung berapi pada umumnya termasuk Ile Lewotolok.

Travelers yang mengunjungi puncak ini akan dimanjakan dengan kabut belerang,dan hamparan pasir yang unik seperti hamparan pasir di tepi pantai, khusus di pagi hari pemandangan matahari terbit atau sunrise, serta udara segar akan memanjakan mata,yang tentu saja gratis tersaji oleh alam ini.

Seperti yang diceritakan seorang pelancong asal Kedang yang pada akhir tahun lalu melakukan pendakian bersama timnya. Abdurrahman, yang biasa dipanggil kang Oman ini menuturkan sebuah pengalaman alam yang luar biasa.

Pria yang juga seorang guru bahasa inggris di sebuah SMA negeri di Balauring Omesuri ini menuturkan, bahwa ini merupakan puncak gunung yang agak berbeda dengan beberapa gunung di daerah lain,salah satu keunikannya adalah hamparan pasir putih yang mirip seperti hamparan pasir di laut, menurut pengetahuannya pemandangan ini belum pernah ditemukan dipuncak gunung manapun.

Hamparan Pasir yang mirip psir pantai di puncak Ile Lewotolok, pict by, Abdurrahman Hasan
Menangkap peluang ini, Pemerintah Kabupaten Lembata mengagendakan kegiatan pendakian yang diadakan setiap tahun sebagai bagian dari kegiatan promosi wisata daerah. Tracking ke puncak Ile Lewotolok masuk dalam kegiatan utama di ajang festival Bahari Nuhanera.

Untuk memulai pendakian, Anda tidak butuh waktu yang lama untuk menjangkau titik start memulai tracking di wilayah Ile Ape Timur, tepatnya di Desa Lamagute. Menempuh rute yang tidak mudah dan penuh tantangan, dibutuhkan stamina yang cukup untuk bisa menjangkau kawah. Namun, bagi mereka yang pernah menjangkau titik ini, hilang semua lelah saat menyaksikan keindahan pemandangan di hamparan kawah gunung itu.


Nur Muhammad Al Amin


January 21, 2018 - tanpa komentar

Related Posts